Showing posts with label Puisi Pendek. Show all posts
Showing posts with label Puisi Pendek. Show all posts

Monday, August 01, 2011

Titik Awal

awal itu pun merangkak naik
tak ada satu pun yang tahu
titik di ujung jalan
namun tetap
kaki ini melangkah pasti
dengan percaya diri
tanpa rasa takut
biarlah semua itu mengalir
toh semua awal
mengawali awal berikutnya
mengawali langkah berikutnya
meski tak ada yang tahu
dan ada langkah ragu
namun tetap
kusambut awal itu
dengan senyuman


19 Juli 2011 - 23.25

Saturday, August 14, 2010

Aku, Kamu


aku berharap dinding di depan sana hancur
setipis apapun dinding itu,
aku menginginkannya hancur
agar aku bisa menyentuhmu
melihat wajahmu dari dekat
aku
kamu
menjadi kita
itulah yang kuharapkan
sejak lama


Monday, July 26, 2010

Lupakan Aku


saat kau ucapkan kata itu
"lupakan aku, hapuskan aku."
dengan dingin
 sedingin salju yang turun kala itu
tidak tahukah kau,
hatiku terluka?
lihatlah air mata ini
apakah aku terlihat senang
mendengar ucapmu?

di saat itulah aku sadar
penolakanmu terhadapku
adalah
sebuah ucapan selamat tinggal
mau tak mau ku harus terima
meski hati ini tak mau
meski hati ini sakit
tapi aku harus



cuap-cuap :
"puisi ini kubuat sesuai dengan komik
yang sedang kubaca : Hana to Akuma (Flower and Devil),
tepatnya di chapter 52. meskipun ceritanya agak
menyedihkan, tapi aku sangat menantikan
kelanjutan kisahnya."

Monday, June 21, 2010

Bodoh


tidakkah kau bodoh?
bodoh karena tanganmu
bodoh karena kakimu
bodoh karena hatimu
bodoh karena otakmu
bodoh karena . . .

dirimu

Sunday, February 28, 2010

Bukan Siapa-siapa


kapankah dia akan berkata-kata?
saat dia tersenyum
kapankah dia tak berkata-kata?
ketika awan mendung
kapankah dia tersenyum?
saat dia tak berkata-kata
kapankah awan mendung?
ketika ia kembali berkata-kata

semua ini salah siapa?
bukan siapa-siapa,
tapi salah dia


(2009년2월26일)

Thursday, February 25, 2010

Hanya Kebingungan Semata


aku bukan kau
kau bukan aku
dia bukan 'dia'
'dia' bukan dia

hitamku bukanlah putihku
dewasaku bukanlah mudaku
semuku bukanlah nyataku
gelapku bukanlah terangku

aku hitam putihku
kau dewasa mudamu
dia semu nyatanya
'dia' gelap terang-'nya'


(2009년2월25일)

Friday, February 12, 2010

Siapa Sangka...


Ingin tersenyum,
tapi tak bisa
Tersenyum pun,
 senyum setengah senyum

Tertawa datar,
itulah yang kulakukan
Bicara dalam hati
dengan nada sinis,
itulah yang kulagukan

Siapa sangka
semua telah berakhir
begitu saja

Wednesday, February 03, 2010

Aku yang Memilihnya


perasaan ini tercabik
sakit
bisa apa aku?
dalam situasi seperti ini,
aku hanya bisa diam
mengunci mulutku rapat-rapat

aku menangis di sini
aku menunggu di sini
akulah yang memilihnya
untuk apa menyalahkan mereka?

Sunday, January 10, 2010

It's All For Eternity

aku menanti keabadian
yang tak kunjung datang
aku menginginkan keabadian
yang tak kunjung kudapatkan

Tuesday, January 05, 2010

Semua Tak Ada

Tak ada yang bisa kupikirkan
Tak ada yang bisa kuingat
Tak ada yang bisa kulakukan
Tak ada yang bisa kutulis
Semua kosong
Menguap
Adakah satu cara
untuk membuatnya kembali?

Wednesday, December 30, 2009

Sudah Biasa

Aku sudah biasa
Jadi, jangan kau suruh aku
melarikan diri
atau menyerah
Cukup kepalkan tanganmu
dan katakan, "Semangat!!"
Maka aku akan berjuang
semampu yang aku bisa
Karena aku sudah biasa
Jadi kumohon,
biarkan aku berjuang

"SEMANGAT!!!"

Sunday, December 27, 2009

Unfinished poem

Menunggu seperti ini
aku tak bisa berkata apa-apa
Yang kulakukan hanya
duduk termangu
sambil membayangkan
akan menjadi hari seperti apakah nanti

Aku sangsi
Perasaanku tidak enak
Tapi tetap aku tak bisa mengucap kata
Lebih baik diam bukan?

Tiba-tiba
. . .
. . .

Friday, December 25, 2009

Yume

Saat dia bicara,
aku tak mengindahkan
Dia pun menatapku
Tatapan yang aneh
Lalu melanjutkan bercerita
Lega

Saat aku bicara,
dia menganggapku tak ada
Dipalingkan wajahnya,
mengacuhkanku
Apa peduliku?
 Ya, apa peduliku?

Thursday, December 24, 2009

Dearest My Friends

내 친구가 필요해

내 친구 보고 싶어

만나고 싶어

우리는 언제 다시 만날까?

Kumohon

Aku ingin mendengarnya
lagi
lagi
lagi

Kumohon,
buatlah ia tertawa
Hentikan tangisnya,
kumohon

Lagi
Kuingin mendengarnya
kumohon

Bukan Definisi "Hidup"

Hidup itu unik

Meminta apa, diberikan apa
Berharap apa, dikabulkan apa
Terlalu banyak, kurasa

Tidakkah merasa cukup
dengan apa yang dipunya?
Tidakkah merasa puas
atas apa yang telah diberi?
Terus meminta dan memohon
Sudahkah berterima kasih?

Tunggu,

bukankah itu definisi manusia?

Ini Bukanlah Akhir

Aku benar-benar tak mengerti
jalan pikiran mereka
Saling menyakiti satu sama lain,
apa untungnya?

Ingin rasanya aku mendengar
sebuah tawa tulus
Perasaan senang dan bahagia
pun ikut di dalamnya

Kenyataannya?

Apakah ini sebuah akhir?

Inilah Hobiku

Jari-jari ini
tak mau berhenti bergerak,
terus menggoreskan kata-kata
di atas secarik kertas
Menuangkan isi otak :
keegoisan
penyesalan
kegelapan
Apapun digoreskannya
sampai nanti
kala jari-jari ini
tak dapat digerakkan lagi
Itulah akhir sesungguhnya


(2009년12월22일)

What A Sad Deja Vu

Teriakan itu
lebih keras
lebih tajam
dan lebih menyakitkan

Teriakan itu
membuatku berpikir
seperti diingatkan
kejadian yang sama

Deja vu yang menyedihkan


(2009년12월22일)

Monday, December 21, 2009

Kind of Feeling

sometimes
when i see the clouds,
it is same as when i'm looking at you
comfortable
relieved
blank
like i have nothing to do
like i have my own world

can you believe it?
this kind of feeling
can you feel it?

me?
of course, i do

how about you?