Showing posts with label My Life. Show all posts
Showing posts with label My Life. Show all posts

Monday, August 01, 2011

Bismillah

Wahai sahabat,
kau tahu,
Allah menyayangimu
sama halnya ibumu menyayangimu
bahkan lebih besar lagi?

Sahabat,
kau tahu,
Allah tahu kau pasti mampu
Allah percaya padamu
kau pasti bisa?

Percayalah itu

Bismillah
Ucapkan itu selalu
dan berdoa
Kau pasti bisa
Kau mampu

Bismillah
Semoga kau dapatkan cahayamu kembali
Cahaya dari-Nya
untuk mencerahkanmu kembali
'tuk buatmu tersenyum lagi

Bismillah



1 Agustus 2011 - 05.51

Hancur

pilar itu menyambutku
dan mengawali semuanya

satu demi satu kutelusuri
dan berujung pada bangunan mewah
bermandikan cahaya

di sana berdiri
seorang yang tak asing
aku sangat mengenalnya

kusambutnya dengan senyum
sudah lama ya

bah!
tentu saja kata itu terhenti di ujung lidah

tangannya terulur
sebuah puzzle
hancur

aku tak butuh

dia mendengarku
"hancur itu bukan hal buruk..."
aku pun mengernyit
"...dari kehancuran, kita banyak belajar"

oh.
datar

aku tak peduli
aku tak mendengar

tersenyum
itu jawabnya

pilar itu menjauh
dan menutup
yang kuyakin
akan mengawali sekali lagi



15 Juli 2011 - 21.02

Sunday, January 02, 2011

어쩔 수가 없다

seandainya aku bisa berkata
aku ada di sini
apakah kau akan melihatku
bahkan aku tak sampai hati mengucapnya
aku takut merusaknya
dan aku takut bayangkannya
tapi aku ada di sini
dan kau tak mengindahkannya
hal itu membuatku sakit
kau tahu itu

aku tak memberimu tanda
dan kau semakin terlalu
tolong berhentilah
aku ingin kau melihatku
aku ingin kau mengindahkanku
kau mengerti itu

tak mengerti pun tak apa
aku tak mau memaksamu
tak sadar pun aku mengerti
jadi ku hanya bisa berkata ini
apa boleh buat

Monday, June 21, 2010

Bodoh


tidakkah kau bodoh?
bodoh karena tanganmu
bodoh karena kakimu
bodoh karena hatimu
bodoh karena otakmu
bodoh karena . . .

dirimu

Monday, June 14, 2010

Kau Tahu Kenapa?


menyesakkan
kau tahu kenapa?
kehampaan ini mengurungku
kebuntuan ini menyiksaku
tak dapat kulakukan apapun
yang kuingin hanya berdiam
tak ada ucap
tak ada kata
tak ada suara

dan alangkah tak wajarnya
jika aku melulu seperti ini
aku tak suka
bahkan benci
mengapa kau tak datang
wahai yang kupinta?
aku sangat membutuhkanmu

ya, aku pun tahu
ini berlebihan
amat berlebihan
kau tahu kenapa?
aku membutuhkannya
sangat
lantas, apa yang kuperlukan lagi?

tolong
jangan sampai membutakan
aku tak mau itu
aku tak ingin itu
tak perlu ku bersusah-payah
lepaskan saja
dan luapkanlah
tanpa berpikir apapun

sampai kau dapat membuatnya sempurna

Sunday, May 30, 2010

Kebahagiaan


kemarin
baru kemarin aku sadar
kebahagiaan bukanlah sesuatu yang abadi
dan aku memutuskannya
setiap tetes kebahagiaan
akan kunikmati dan kuresapi
sebelum aku tak dapat merasakannya lagi

Thursday, May 27, 2010

Kata-kata untuk Ayah


dulu, saat aku ditanya mau jadi apa kelak,
aku menjawab dengan lantang
aku ingin menjadi presiden
tentu saja itu sebuah impian
seorang anak kecil polos
yang belum tahu benar salah sesuatu
apakah kau mendengarnya?

 dulu, aku sering bertatap muka denganmu
mendengarmu bercerita tentang dunia
aku menyukai senyummu
karena melihat tingkah lakuku
aku sering memanggilmu
untuk meminta bantuan
aku sering mengusilimu
atau bahkan mengganggumu
apakah kau mendengarnya?

kini sudah tak mungkin lagi bagiku
untuk melakukan semua itu
aku tidak menjadi bisu
kau pun tidak melarangku memanggilmu
tidak, bukan aku yang memanggilmu
tapi Tuhan
sudah saatnya kau pergi, bukan?

kalau aku boleh egois,
aku ingin meminta pada Tuhan
agar aku bisa bertemu denganmu lagi
meski hanya dalam mimpi
aku ingin dirinya mengucapkan kata
apapun
aku ingin dirinya melihatku
dan tersenyum bangga padaku

apakah di sana dirinya tersenyum?
aku yakindia selalu tersenyum
dirinya sudah tenang di sana
dan itu membuatku bahagia

apakah dirinya merindukanku
dan ingin bertemu denganku juga?
dapatkah aku memanggilnya kembali?
hanya ingin memanggilnya
itu cukup bagiku

aku ingin tahu

Wednesday, May 19, 2010

Kau Tahu, . . .


permainan kata yang tak lagi kulakoni
berakhir begitu saja di tengah jalan
seolah membuatku melupakan
cara bermain kata-kata

lalu, apa yang kaubuat selama ini?

hanya menyapa pagi
dan ikut berdendang bersama penghuni pagi?
berjalan ke sana-sini
mencari seseorang yang tak kunjung ada?
menatap arak-berarak awan di langit,
menunggu petang datang?
mencoba menentang kabut
yang tak bisa kaukalahkan?

kau tahu,
kau hanya berusaha menangkap angin,
berusaha menggenggam air,
berusaha mengais air laut

ke mana perginya kata-kata itu?
apakah kau lupa akan tugasmu?

kau tahu,
tawa sumbang menghias bibirku
kini

Friday, March 12, 2010

Lukisan Kotak-kotak


aku ingin mencari kotak
sebanyak yang aku bisa
akan kumasukkan ke dalamnya
kaus kakiku
semua kaus kakiku
agar baunya tak merebak
akan kulukis
kotak-kotak itu
dan kaus kakiku
seraya tersenyum
puas karena telah berhasil

"Aku senang."

aku akan menyimpannya
dan akan kuingat
selalu kuingat
agar aku sadar
kelar jika aku tertidur
terlelap dalam gelap
dan bermimpi
menjadi orang biasa

hentikan!
itu hanya mimpi
ingat,
kau bukan orang biasa
pun bukan luar biasa


(2009년3월11일)

Wednesday, March 03, 2010

Rumah Topeng


Saat kulangkahkan kaki,

baru kusadari

ini rumah topeng

Tak sampai di situ saja,

aku pun dikejutkan

dengan langkah kaki seseorang,

seorang tanpa topeng

"Halo."

sapanya seraya tersenyum

Untunglah, gumamku pelan

"Aku tahu ucapanmu,

dan aku sangat mengerti."

Keningku mengerut,

bagaimana dia bisa tahu?

"Aku bisa membacanya."

Lalu dia melanjutkan,

"Maaf, inilah adanya aku."

Monday, March 01, 2010

Welcome My March


I gave you some toys last night

The cars, the trucks, the gun

Especially the soccer ball

Did you say that you like it so much?

I gave them to you

with hope you'll like it

Well, it doesn't seem

like it supposed to be

You play them

while ignore them

Seems like you are not having fun,

no expression

and the last thing that i saw

you crushed them

Even you haven't said
"Welcome my March" happily

that you always do every year in March

Well, i shouldn't wish that far

At least, just say it on this March 1st,

will you?

Sunday, February 28, 2010

Bukan Sebuah Fenomena


berulang kali mata itu berkata,
"Aku sedih. Aku terluka."
berulang kali mulut itu berucap,
"Aku tak dapat menahannya lagi."
berulang kali pula nada itu berbicara,
"Apa kau tak sadar...?!"

telah berulang kali
aku membuat mereka
seperti itu
terus dan terus
tak ada habisnya
seolah kutancapkan sebilah pisau
aku memang tidak merasa sakit,
tapi mereka?

kutatap langit,
berharap akan turunnya hujan
dan memang
hujan pun turun
sama halnya dengan
air mata ini


(2009년2월27일)

Bukan Apa-apa


apalah yang bisa kulakukan?
aku hanyalah bawahan
yang mengikuti perintah atasan

apalah yang dapat kuperbuat?
aku hanyalah seorang kesepian
penyendiri yang membutuhkan teman

apalah yang kurasakan?
aku hanya manusia biasa
yang menginginkan sebuah senyuman

apalah aku?
aku sama dengan negatif
yang menginginkan positif

siapa sangka
semua itu hanya ilusi
dan aku
memang bukan siapa-siapa
pun bukan apa-apa


(2009년2월26일)

Bukan Siapa-siapa


kapankah dia akan berkata-kata?
saat dia tersenyum
kapankah dia tak berkata-kata?
ketika awan mendung
kapankah dia tersenyum?
saat dia tak berkata-kata
kapankah awan mendung?
ketika ia kembali berkata-kata

semua ini salah siapa?
bukan siapa-siapa,
tapi salah dia


(2009년2월26일)

Wednesday, February 24, 2010

Lagi-lagi


lagi-lagi
kau pakai topeng itu
apa kau tidak bosan?
apa kau suka memakainya?

aku tahu
kau memotret mereka
tersenyum,
bercanda,
marah,
kecewa,
menangis
dari balik topeng itu
kau simpan baik-baik
dalam hatimu
dan ingatanmu
lalu kau memotretnya lagi
lagi, lagi, dan lagi
kau menyukai mereka bukan?

apa?

ah, kau berbohong
lagi-lagi kau berbohong
apa kau tak bisa sekali saja
menjawabnya dengan dirimu?
coba katakan

. . .

ternyata
kau memang orang yang seperti itu
ya, aku tahu

satu pesanku,
maukah kau melepasnya?
oh, tidak
beranikah kau?

Friday, February 12, 2010

Siapa Sangka...


Ingin tersenyum,
tapi tak bisa
Tersenyum pun,
 senyum setengah senyum

Tertawa datar,
itulah yang kulakukan
Bicara dalam hati
dengan nada sinis,
itulah yang kulagukan

Siapa sangka
semua telah berakhir
begitu saja

Tuesday, February 09, 2010

Lihat Bintang Itu!


mata ini menutup
mulut ini tak berkata
kaki ini tak melangkah
tubuh ini tak bergerak

itu semua tak berarti
lihat,
jarum tetap berdetak bukan?

ah!
kau lupa sesuatu,
tanganmu

dengan tangan ini
apapun bisa kau buat
apapun bisa kau raih

lihat bintang itu!
kau menginginkannya bukan?

kejarlah!
raihlah!
petiklah!

diam
tak berarti tak bergerak
maukah kau
mengingat hal itu?


(2000년2월8일)

Wednesday, February 03, 2010

Aku yang Memilihnya


perasaan ini tercabik
sakit
bisa apa aku?
dalam situasi seperti ini,
aku hanya bisa diam
mengunci mulutku rapat-rapat

aku menangis di sini
aku menunggu di sini
akulah yang memilihnya
untuk apa menyalahkan mereka?

Friday, January 22, 2010

Maaf Untuknya

maaf ya,
aku memarahimu
aku melakukannya
karena aku menyayangimu
aku harap kau mengerti
maukah kau?

maaf juga,
aku kurang memperhatikanmu
aku mengacuhkanmu
tak peduli padamu
tak mau bermain denganmu
bisakah kau?

dan saat itu datang
kau celaka
aku takut
kau berhasil membuatku sedih

tapi terima kasih ya
celaka itu membuatku sadar
aku sayang padamu
kau dengar?
aku sayang padamu
sangat sayang
apakah kau dengar?

syukurlah
kau tidak apa-apa
semoga kau cepat sembuh
dan
mengajakku bermain lagi
dengan tawa itu,
sekali lagi


untukmu yang kusayang

Thursday, January 21, 2010

Tidak Semudah Itu

tidak semudah itu mengatakan
teman selamanya

pernahkah kau merasa
bukan seperti dirimu
saat kau bersama temanmu?
seolah kau orang lain
yang bahkan menyakitinya pun
bukan hal sulit untukmu

ataukah kau pernah mengkhianatinya
dengan mengikuti keinginan egoismu
dan memilih menutup hatimu?
tak peduli hal itu bisa membuat
persahabatan hancur sekalipun

atau mungkin
kau hendak menusuknya?
sudahkah?
kau buat hatinya hancur
kau tidak dapat mengembalikannya
seperti semula
tidak semudah itu

lalu apa selanjutnya?
membohonginya?
tidak mempercayainya?
menghapusnya dari hidupmu?

"Pernahkah aku?"

Sekali lagi aku katakan,
tidak semudah itu mengatakan
teman selamanya

apakah kau mengerti sekarang?


(2009년1월20일)


Puisi ini dibuat saat teman-temanku sedang gloomy.
Puisi ini kudedikasikan untuk mereka.
Semangat, teman!
Tersenyumlah untukku
seperti aku tersenyum untukmu.