Di sebuah kerajaan
tinggallah seorang pangeran
Ya, di luar dia memang seorang pangeran
tapi di dalam dia adalah seorang putri
Sang Putri tidak bisa bermain seenaknya di luar istana
Dipilihlah beberapa pengawal
untuk melindungi sang putri
Mereka selalu bermain bersama
Sang Putri pun tak lagi menganggap mereka sebagai pengawal
Mereka memang pengawal,
pengawal bukan pengawal
Suatu hari
Sang Putri mengeluarkan titahnya
"Aku tidak menginginkan mereka sebagai pengawalku.
Mulai sekarang, mereka bukan lagi pengawalku,
bukan pengawalku."
Para pengawal entah harus merasa senang atau tidak
Namun, sepanjang Sang Putri senang,
mereka pun ikut merasa senang
Pengawal bukan pengawal,
itulah sebutan mereka sekarang
Setelah itu, mereka terus berada di sisi Sang Putri
Bertahun-tahun mereka menemani Sang Putri
Bercanda tawa, bersenda gurau,
bertamasya, bernyanyi
Mereka selalu bersama
Semua hidup damai dan tentram
Sampai pada satu hari,
saat Sang Putri kembali mengeluarkan titahnya
"Aku termasuk orang yang kejam
jika terus menahan dan mengurung kalian di istana ini.
Kalian kubebaskan. Pergilah ke manapun kalian suka."
Para pengawal bukan pengawal pun bertanya-tanya,
"Ada apa gerangan dengan Sang Putri?"
Saat itu juga, para pengawal bukan pengawal dibebaskan
Sang Putri mengantar kepergian mereka dengan senyuman tulus
Mereka pun pergi meski masih dipenuhi tanda tanya
Sang Putri kembali sendiri
"Tidak apa-apa. Aku tidak akan apa-apa.
Aku kuat. Benar begitu bukan, Ayah, Ibu?"
Ditatapnya foto kedua orangtuanya
Sang Putri pun menangis
Ia berjanji akan memendamnya sendiri
selamanya
"Selamat jalan, pengawal bukan pengawalku.
Selamat tinggal."