Showing posts with label Sebuah Cerita. Show all posts
Showing posts with label Sebuah Cerita. Show all posts

Monday, January 24, 2011

Kegundahan Pengawal


kening itu mengerut
memang ia sedang berpikir
sangat keras
pengawal bukan pengawal itu

dan ia dikejutkan
oleh kedatangan Sang Putri
dan dinding pun tetap membisu
"ada yang kau pikirkan?"
penasaran Sang Putri bertanya
"tak ada."

mendengar jawabannya, Sang Putri tersenyum
"baiklah, aku tak akan bertanya lagi. itu hakmu."
jawaban Sang Putri membuat pengawal bukan pengawal terdiam
terlebih kala melihat wajah Sang Putri
yang menatap lurus ke depan
guratan di wajah itu memperlihatkan kekuatan
sekaligus rapuh

pengawal bukan pengawal tersenyum
ya, itu pun sudah cukup
setidaknya ia ada
di sini
di sisi Sang Putri

Friday, December 24, 2010

Orang Buta


seperti orang buta
dia berjalan dengan meraba tongkat di atas tanah
dari pagi, siang, hingga malam
apa tujuannya
apa yang ia cari

dan orang buta itu teringat
segala rasa yang pernah hinggap di kepalanya
ada yang manis, ada pula yang pahit
namun ia tak mengerti
mengapa rasa itu ada
apakah ia pernah mengecap rasa itu

ya, dia memang seperti orang buta
hanya berjalan ke segala arah
tanpa peduli apa yang menanti di sana
dan anehnya
dia sama sekali tak tersandung batu
bukankah dia buta

dia itu seperti orang buta
yang dia mau, yang dia inginkan,
yang ia dapatkan
jadi jangan kauhentikan dia
biarkan dia

kau tak bermaksud menganggu
kau tak boleh mengganggu dia
kau awasi dia
kau lihat dia
hanya itu

Sunday, April 04, 2010

Aku Tanpa Mereka


lazimnya,
jika seorang anak kecil ditanya,
"seperti apa ayah dan ibumu?"
dengan senyum terkembang
dan sinar mata yang cerah
serta semangat yang menggebu
dan nada penuh kebanggaan
dia menceritakan
perihal keduanya

"ayahku seorang pilot
setiap hari ia pulang
membawa sesuatu untukku"
"ayahku seorang dokter
ia sudah menyembuhkan
banyak pasien
di rumah sakit"
"ayahku bekerja di kantor pos
ia pasti akan mengantarkan surat
sampai tujuan"

"ibuku penjahit
baju buatannya sangat bagus"
"ibuku seorang penjual
ia selalu melayani orang lain
dengan senyum"
"ibuku orang yang paling baik
aku paling suka
senyum ibuku"

andaikan aku seperti mereka

Monday, March 22, 2010

Satu Tanyaku


dulu,
kau memanggilku Faye
terdengar aneh memang
katamu,
Faye itu peri
peri itu aku
aku senang mendengarnya

ingatkah kau?
di pesisir pantai kala itu
kau membuatkan istana pasir untukku
hanya untukku,
tekanmu
istana itu tidak berdiri lama
ia hanyut bersama pasir yang lain
oleh ombak
istanaku hancur
kau tertawa
dan berkata,
"Akan kubangun lagi
istana pasir untukmu,
berapapun."

dan ingatkah kau?
bintang-bintang di langit malam itu
dan alunan lagu
'when you wish upon a star"
menjadi teman lalui malam
bernyanyi sambil menatap bintang
berulang kali alunan lagu diputar
dan bintang berkelap-kelip
sampai tertidur
dan bangun di pagi hari
dengan senyuman
serta ucapan selamat pagi

satu tanyaku,
semua itu
bisakah terulang kembali?



(2010년3월22일)

Saturday, March 13, 2010

Kisah Lou-Hou


aku berpuisi
dan aku bercerita

mau mendengar ceritaku?

setiap insan pasti punya alasan
hidup di dunia
itulah yang dipercayai seorang Lou
tapi tidak dengan Hou
Lou percaya masalah datang
bukan untuk diabaikan
Hou sebaliknya,
ia membenci masalah

"Aku ingin hidup tenang dan damai."

tiada manusia yang bisa
seperti itu
manusia hidup untuk berusaha
bukan untuk bersantai,
nasihat Lou

"Aku tidak percaya hal itu."

Hou tidak peduli
dan tidak mau ambil pusing
Hou hanya ingin bersantai
apa salahnya?

"Boleh kukatakan sesuatu?"
tanya Lou
"Kau manusia terbodoh, kau tahu?"

Hou terkejut mendengarnya
dia merasa dilecehkan
betapa tidak,
adiknya sendiri yang mengatakan
hal sekejam itu

"Aku tidak peduli."
tantangnya balik
"Ini urusanku,
bukan urusanmu."

Lou menghela napas
entah yang ke berapa kalinya
ia sudah pasrah,
putus asa

"Terserah kau.
Suatu hari, kau akan termakan."
ancam Lou

Hou membalas,
"Kita lihat nanti."

Wednesday, March 03, 2010

Rumah Topeng


Saat kulangkahkan kaki,

baru kusadari

ini rumah topeng

Tak sampai di situ saja,

aku pun dikejutkan

dengan langkah kaki seseorang,

seorang tanpa topeng

"Halo."

sapanya seraya tersenyum

Untunglah, gumamku pelan

"Aku tahu ucapanmu,

dan aku sangat mengerti."

Keningku mengerut,

bagaimana dia bisa tahu?

"Aku bisa membacanya."

Lalu dia melanjutkan,

"Maaf, inilah adanya aku."

Monday, March 01, 2010

Welcome My March


I gave you some toys last night

The cars, the trucks, the gun

Especially the soccer ball

Did you say that you like it so much?

I gave them to you

with hope you'll like it

Well, it doesn't seem

like it supposed to be

You play them

while ignore them

Seems like you are not having fun,

no expression

and the last thing that i saw

you crushed them

Even you haven't said
"Welcome my March" happily

that you always do every year in March

Well, i shouldn't wish that far

At least, just say it on this March 1st,

will you?

Sunday, February 28, 2010

Tatapan Sang Putri


Tahun demi tahun berlalu

Saat itu Sang Putri tengah berdiri
menatap langit
Merasakan angin sejuk
dan keindahan alam
Terlintas di pikirnya,
taman bunga,
Sang Putri ingin pergi ke sana

Dan di sanalah Sang Putri melihatnya,
pengawal bukan pengawal,
tepat di dekat gerbang istana
Tidak, tidak semua
Dia sendiri

Pengawal bukan pengawal
melambaikan tangannya
Dahi Sang Putri mengerut
lalu mengendur,
tersenyum

Dihampirinya dia
Sang Putri menatapnya dari ujung kepala
sampai ujung kaki
lalu kembali ke ujung kepala

Tanpa menghilangkan senyumnya,
Sang Putri berkata,
"Kau kembali."

Tak peduli dengan alasan apa
Sang Putri hanya tahu bahwa
dia telah datang
dia kembali
dan ini nyata

Pengawal bukan pengawal membungkuk
"Maafkan kelancangan hamba,
Tuan Putri."

Tatapan Sang Putri melembut
Betapa Sang Putri sangat merindukan
pengawal bukan pengawalnya

"Selamat datang kembali."


(2009년2월27일)

Wednesday, February 24, 2010

Lagi-lagi


lagi-lagi
kau pakai topeng itu
apa kau tidak bosan?
apa kau suka memakainya?

aku tahu
kau memotret mereka
tersenyum,
bercanda,
marah,
kecewa,
menangis
dari balik topeng itu
kau simpan baik-baik
dalam hatimu
dan ingatanmu
lalu kau memotretnya lagi
lagi, lagi, dan lagi
kau menyukai mereka bukan?

apa?

ah, kau berbohong
lagi-lagi kau berbohong
apa kau tak bisa sekali saja
menjawabnya dengan dirimu?
coba katakan

. . .

ternyata
kau memang orang yang seperti itu
ya, aku tahu

satu pesanku,
maukah kau melepasnya?
oh, tidak
beranikah kau?

Friday, January 22, 2010

Maaf Untuknya

maaf ya,
aku memarahimu
aku melakukannya
karena aku menyayangimu
aku harap kau mengerti
maukah kau?

maaf juga,
aku kurang memperhatikanmu
aku mengacuhkanmu
tak peduli padamu
tak mau bermain denganmu
bisakah kau?

dan saat itu datang
kau celaka
aku takut
kau berhasil membuatku sedih

tapi terima kasih ya
celaka itu membuatku sadar
aku sayang padamu
kau dengar?
aku sayang padamu
sangat sayang
apakah kau dengar?

syukurlah
kau tidak apa-apa
semoga kau cepat sembuh
dan
mengajakku bermain lagi
dengan tawa itu,
sekali lagi


untukmu yang kusayang

Tuesday, January 05, 2010

Dia yang Menangis

Dia yang menangis

Sambil mengelus lembut seekor kucing,
dia berkata,
"Maaf,
aku tak bisa menepati janjiku."

Sebuah janji yang tak bisa ditepati
Aku ingin tahu,
apa janji itu

Dia melanjutkan,
"Aku memang bodoh,
menjanjikan sesuatu
yang tidak bisa kupenuhi."

Bodoh
Dia menyebut dirinya
bodoh
Aku tak merasa begitu
Dia terlihat seperti
gadis yang cerdas,
menurutku

Selama beberapa saat,
gadis itu terdiam
Merenung, kurasa
Apa yang dia renungkan?

Dia menangis . . . lagi
"Mou ii yo. Maaf ya,
aku janji
ini terakhir kali aku menangis."

Kata-katanya itu
membuat tanda tanya besar
di kepalaku

dan dia pun berlalu

Bolehkah Aku?

Waktu yang kubutuhkan tak lagi banyak
Karenanya,
aku bebas berbuat sesuka hatiku
Tak peduli
orang mau marah, sedih, atau gembira
Akan kulakukan
apapun
agar hatiku senang dan puas

Inilah caraku menikmati hidup
kala waktu sudah tak lagi ada
Kalau sudah begitu,
bolehkah manusia (aku) bersikap egois?
Sekali untuk seumur hidupku
Bolehkah aku?

Oh,
toh ini memang waktuku
Untuk apa aku bertanya lagi?

Hahaha . . .
lucu, sangat lucu
Ya, tertawalah
Tertawakan orang lain
Tertawakan dirimu sendiri
Tertawalah
Silakan kau tertawa

Wednesday, December 30, 2009

Titah Sang Putri

Di sebuah kerajaan
tinggallah seorang pangeran
Ya, di luar dia memang seorang pangeran
tapi di dalam dia adalah seorang putri

Sang Putri tidak bisa bermain seenaknya di luar istana
Dipilihlah beberapa pengawal
untuk melindungi sang putri

Mereka selalu bermain bersama
Sang Putri pun tak lagi menganggap mereka sebagai pengawal
Mereka memang pengawal,
pengawal bukan pengawal

Suatu hari
Sang Putri mengeluarkan titahnya
"Aku tidak menginginkan mereka sebagai pengawalku.
Mulai sekarang, mereka bukan lagi pengawalku,
bukan pengawalku."

Para pengawal entah harus merasa senang atau tidak
Namun, sepanjang Sang Putri senang,
mereka pun ikut merasa senang

Pengawal bukan pengawal,
itulah sebutan mereka sekarang

Setelah itu, mereka terus berada di sisi Sang Putri
Bertahun-tahun mereka menemani Sang Putri
Bercanda tawa, bersenda gurau,
bertamasya, bernyanyi
Mereka selalu bersama

Semua hidup damai dan tentram
Sampai pada satu hari,
saat Sang Putri kembali mengeluarkan titahnya

"Aku termasuk orang yang kejam
jika terus menahan dan mengurung kalian di istana ini.
Kalian kubebaskan. Pergilah ke manapun kalian suka."

Para pengawal bukan pengawal pun bertanya-tanya,
"Ada apa gerangan dengan Sang Putri?"

Saat itu juga, para pengawal bukan pengawal dibebaskan
Sang Putri mengantar kepergian mereka dengan senyuman tulus
Mereka pun pergi meski masih dipenuhi tanda tanya

Sang Putri kembali sendiri
"Tidak apa-apa. Aku tidak akan apa-apa.
Aku kuat. Benar begitu bukan, Ayah, Ibu?"
Ditatapnya foto kedua orangtuanya
Sang Putri pun menangis
Ia berjanji akan memendamnya sendiri
selamanya

"Selamat jalan, pengawal bukan pengawalku.
Selamat tinggal."