Sunday, March 28, 2010

Sudah Satu Minggu

BABAK 32

Hari Minggu.
Ruang makan di rumah Makoto, pagi hari.
Makoto turun dari lantai 2 untuk sarapan.
Tampak Yuki Hayashibara (ayah Makoto) sedang membaca koran dan Aoi Hayashibara (adik Makoto) yang menyelipkan roti ke mulutnya.

Makoto : Ohayou*
Yuki : Ohayou.
Aoi : Ohayou, nii-chan**
Makoto : (membuka koran) Haah, lagi-lagi berita pembunuhan. Apa mereka tidak bosan terus-menerus membunuh seperti itu.
Aoi : (mengangkat bahu) Mungkin memang sudah hobi mereka. Bisa saja kan?
Makoto : (membalik koran) Masa membunuh dijadikan hobi, yang benar saja. Ah! Kali ini berita tentang pemerkosaan. "Ditemukan seorang perempuan tak bernyawa Hari Jumat lalu. Diduga sebelum dibunuh, perempuan itu sempat diperkosa." (melahap sepotong roti) Berhati-hatilah, Aoi. Jangan pulang terlalu malam. Akhir-akhir ini, jalanan di malam hari terlihat lebih berbahaya. Atau nasibmu akan sama dengan perempuan ini.
Aoi : (santai) Berhenti mengejekku. Aku bisa menjaga diriku sendiri.
Makoto : Baiklah, aku mengerti. Sekarang kau bukan anak kecil lagi, hmm...
Yuki : (nada dingin) Bisakah kalian sarapan dengan tenang?
Makoto & Aoi : (saling pandang lalu melanjutkan sarapan)

Baik Makoto maupun Aoi, mereka sama-sama tenggelam dalam pikiran masing-masing.

Makoto : (dalam hati) Sudah satu minggu kau menghilang. Nana.


* Selamat pagi
** nii-chan : panggilan akrab untuk kakak laki-laki

Selamat . . .

BABAK 31

Hari berikutnya, saat pulang sekolah.
Makoto menunggu Nanami di depan kelasnya, namun Nanami tak kunjung keluar sampai akhirnya kelas sudah kosong.

. . .

Hari berikutnya, saat pulang sekolah.
Makoto memberanikan diri untuk melihat ke dalam kelas Nanami, namun tak berhasil menemukannya.

. . .

Hari berikutnya, saat pulang sekolah.
Makoto mencoba bertanya pada salah satu teman sekelas Nanami, tapi temannya sama sekali tidak tahu. Sekali lagi ia gagal menemukan Nanami. Makoto tampak putus asa.

Makoto : (menghela napas berat) Selamat. Kau berhasil membuatku khawatir, Nana.

Monday, March 22, 2010

Satu Tanyaku


dulu,
kau memanggilku Faye
terdengar aneh memang
katamu,
Faye itu peri
peri itu aku
aku senang mendengarnya

ingatkah kau?
di pesisir pantai kala itu
kau membuatkan istana pasir untukku
hanya untukku,
tekanmu
istana itu tidak berdiri lama
ia hanyut bersama pasir yang lain
oleh ombak
istanaku hancur
kau tertawa
dan berkata,
"Akan kubangun lagi
istana pasir untukmu,
berapapun."

dan ingatkah kau?
bintang-bintang di langit malam itu
dan alunan lagu
'when you wish upon a star"
menjadi teman lalui malam
bernyanyi sambil menatap bintang
berulang kali alunan lagu diputar
dan bintang berkelap-kelip
sampai tertidur
dan bangun di pagi hari
dengan senyuman
serta ucapan selamat pagi

satu tanyaku,
semua itu
bisakah terulang kembali?



(2010년3월22일)

기억에 남는 선생님

오늘 저는 기억에 남는 산생님에 대해 묘사하고 싶어요.
중학교 때 선생님들 중에서 가장 무서운 선생님은 영어를 가르치시던 선생님이셔요 (이셨어요). 남자분이셨는데 선생님의 체격은 큰 편이시고 얼굴은 갸름하시고 머리카락이 없어요 (대머리). 선생님은 큰 소리로 가르쳐 주셔서 학생들(을) 항상 놀라게 만들었어요. 도구나 학생들이 영어를 제외하고 다른 과목의 숙제를 하면 숙제 종이를 무자비하게 찢었어요. 처음에 (한) 약속이라서 학생들은 화를 낼 수 없고 항의할 수도 없어요. 시간이 지나갈수록 학생들이 그런 규칙에 익숙해졌오요. 인상이 좀 엄격하고 무섭지만 선생님 덕분에 우리는 입학시험에(서) 영어를 (영어 시험을) 잘 봐서 좋은 점소를 받았어요.
마지막 선생님이 아직 살아 계신다면 (계셔서) 제 앞에 있다면 (계시다면) 저는 선생님께 감사 드린다고 말씀 드리고 싶어요.

번역 (terjemahan) :
Guru yang Selalu Kuingat

Hari ini, aku akan menggambarkan sosok guru yang selalu kuingat.
Saat SMP, di antara para guru, yang paling menakutkan adalah guru bahasa Inggris. Beliau adalah guru laki-laki, ciri-cirinya yaitu tinggi, wajahnya berbentuk oval, dan agak botak. Karena guruku mengajar dengan suara keras, murid-murid sering dibuat kaget olehnya. Terlebih lagi, kalau murid-murid mengerjakan PR selain mata pelajaran bahasa Inggris, kertas PR-nya dirobek tanpa ampun. Karena hal tersebut sudah merupakan janji sejak awal, murid-murid tidak bisa marah ataupun protes. Seiring berjalannya waktu, murid-murid menjadi terbiasa dengan peraturan itu. Kesannya memang sedikit ketat/tegas dan menakutkan, tapi berkat guruku, kami bisa mengerjakan ujian masuk bahasa Inggris dengan baik dan mendapatkan nilai yang memuaskan.
Terakhir, kalau guruku itu masih hidup dan ada di depanku, aku ingin mengucapkan terima kasih pada Beliau.

모르는 단어 (kosakata yang belum diketahui) :
1. 묘사하다 : menggambarkan ; mendeskripsikan
2. 체격 : ciri-ciri
3. 갸름하다 : oval (bentuk wajah)
4. 대머리 : botak
5. 제외하다 : mengecualikan; mengeluarkan
6. 무자비하다 : tanpa ampun, tanpa belasa kasihan, kejam
7. 찢다 : merobek
8. 항의하다 : protes
9. 인상 : kesan
10. 엄격하다 : tegas, keras, ketat, teliti

Cuap2 :
"Kalau mengingat masa-masa SMP, jadi lucu sendiri. Kenakalan-kenakalan yang kita perbuat memberikan kesan tersendiri. Kejadian di atas inilah yang paling kuingat. Pasalnya aku pun pernah menjadi korban! (oh tidak!). Saat itu aku sedang mengerjakan PR bahasa Indonesia. Saking konsentrasinya ingin PR-ku selesai, aku gak sadar guruku itu tiba-tiba ada di sampingku. Dan terjadilah kejadian robek-merobek. Sempat takut juga, kejam banget sih. Tapi lama-lama aku dan teman-temanku yang lain jadi terbiasa juga dan memahami apa sebenarnya arti dari peraturan yang Beliau buat.
Terima kasih, Pak. Doa kami selalu menyertaimu. ^^"

Friday, March 19, 2010

Ada Sesuatu yang Aneh

BABAK 30

Waktu yang sama.
Yume berjanji untuk bertemu Kanae Iwasaki di Ureshii Cafe.

Yume : (menunduk) Maaf, tiba-tiba aku mengajakmu bertemu.
Kanae : Oh, tidak apa-apa. Akulah yang harus meminta maaf karena datang terlambat. Tadi ada sedikit urusan.
Yume : Tak apa, aku pun baru datang.
Kanae : (menghirup lemon tea) Jadi, apa yang mau kau tanyakan?
Yume : Ini tentang Makoto. Kudengar, kau pernah satu SMP dengannya.
Kanae : Ya, itu benar.
Yume : Itu artinya kau tahu berita tentang Makoto yang sengaja tidak mengikuti ujian kelulusan. Apa berita itu benar?
Kanae : Ya. Berita tentang Hayashibara sempat membuat heboh di kalangan guru dan murid.
Yume : Apa kau tahu alasan mengapa ia melakukan hal itu?
Kanae : Entahlah. Ada yang bilang karena alasan pribadi, ada pula yang bilang karena memang seperti itulah Hayashibara, selalu berbuat sesuka hati dan tidak peduli apapun yang dikatakan orang lain.
Yume : Begitu. Ah! Apa kau mengenal Nanami Uemura?
Kanae : Aku tak begitu mengenalnya karena dia sangat tertutup.
Yume : Tertutup?
Kanae : Ya, dan selalu sendiri.
Yume : Apakah Nanami dan Makoto dulu berteman?
Kanae : Ya, mereka teman sekelas saat kelas 3.
Yume : (dalam hati) Ternyata mereka memang berteman.
Kanae : (mengingat-ingat) Kurasa sejak saat itu, ada sesuatu yang aneh menimpa diri Uemura.
Yume : Sesuatu yang aneh? Maksudmu?

물건 값을 잘 깎는 법

안녕하세요. 여러분, 파사르 밍구 다 알죠?
파사르 밍구에는 싼 물건이 많이 팔리지만 금융 위기라서 값이 거의 다 올라졌어요. 그러니까 저는 물건 값을 잘 깎는 법에 대해 이야기하고 싶어요.
파사르 밍구에서 쇼핑할 때 물건 값이 너무 비싸다고 생각하면 깎아보세요. 보통 판매인은 직접적으로 거절하고 "그런 값이 싼 편이야."라고 말해요. 그냥 믿지 말고 다시 깎아보세요. 하지만 파사르 밍구에 있는 판매인은 대부분 말이 많고 거친 아줌마라서 우리가 계속 깎아보면 그들은 화를 낼 거예요. 그렇게 하면 다른 가게에서 싼 물건을 찾으러 가는게 더 좋겠어요.

번역 (terjemahan) :
Cara Menawar Harga yang Baik

Halo, apa kabar? Semua pasti tahu Pasar Minggu kan?
Di Pasar Minggu banyak dijual barang murah, tapi karena krisis ekonomi, hampir semua harga melonjak. Oleh karena itulah, aku ingin menceritakan tentang cara menawar harga yang baik.
Saat belanja di Pasar Minggu, jika berpikir bahwa harga suatu barang itu mahal, cobalah menawar. Biasanya, penjual akan menolak langsung lalu berkata, "Harga segitu sudah termasuk murah.". Jangan percaya begitu saja dan cobalah menawar lagi. Namun, karena penjual yang ada di Pasar Minggu kebanyakan ibu-ibu yang cerewet dan kasar, jika kita terus menawar, mereka akan marah. Kalau sudah begitu, alangkah lebih baik jika kita pergi mencari barang murah di toko lain.
(아직 확인을 안 했다=belum diperiksa)

모르는 단어 (kosakata yang belum diketahui) :
1. 파사르 밍구 : Pasar Minggu
2. 금융 : keuangan
3. 위기 : krisis
4. 판매인 : penjual
5. 거칠다 : kasar

Cuap2 :
"Hal yang kutulis di atas berdasarkan pengalaman yang kualami. Sebenarnya masih ada satu cara menawar yang baik (memaksa, lebih tepatnya). Jika penjual tetap tidak mau menurunkan harga sesuai yang kita inginkan, kita harus berpura-pura tidak menginginkan barang itu lagi dan siap melangkah ke toko berikutnya. Penjual yang akhirnya menyerah akan memanggil kita dan berkata dia setuju menurunkan harga. Tapi kalau sebaliknya, kita tetap pada rencana lain, yaitu pergi ke toko berikutnya. Selamat berbelanja! ^^"

가장 소중하게 생각하는 물건

제가 가장 소중하게 생각하는 물건은 사진이며 우리 가족 사진, 우리 친구들 사진, 경치 사진 등이 있어요. 그 사진들은 저에게 여러 가지 추억, 기분과 중요한 사건을 기억해요. 저는 그 사진들을 좋아하지만 가장 좋아하는 사진이 있어요. 우리 아빠함께 찍은 사진이에요. 저는 우리 아빠를 만나지 못한지 오래되었는데 그리워할 때마다 우는 대신 그 사진 보기도 괜찮아요. 기분이 나아졌어요. 우리 친구들 사진도 마찬가지예요.
그리고 저는 아름다운 경치를 찍는 걸 아주 좋아해요. 특히 본 적이 없는 사진과 하늘 사진이에요. 왜냐하면 경치 사진을 찍으면서 아름다움을 감탄하고 하느님께 감사 드리기를 느낄 수 있기 때문이에요. 제 경치 사진은 이제 아직 조금 있지만 앞으로 많이 찍으면 좋겠어요.

번역 (terjemahan) :
Barang yang Paling Berharga

Barang yang paling berharga bagiku adalah foto, ada foto kelurgaku, foto teman-temanku, foto pemandangan, dll. Foto-foto itu mengingatkanku pada berbagai macam kenangan, perasaan, dan peristiwa penting. Aku sangat menyukai foto-foto itu, tapi ada foto yang paling kusukai. Foto yang diambil bersama ayahku. Sudah lama aku tak bertemu dengannya dan setiap aku merindukannya, daripada menangis, dengan melihat foto itu pun tak apa. Perasaanku menjadi lebih baik. Sama halnya dengan foto teman-temanku.
Lalu, aku sangat suka memotret pemandangan indah. Khususnya foto pemandangan yang belum pernah kulihat dan foto langit. Karena sambil memotret langit, aku mengagumi keindahannya dan dapat merasakan rasa syukur pada Allah SWT. Memang, kini foto pemandangan yang kupunya masih sedikit, tapi alangkah baiknya jika aku dapat memotretnya lebih banyak lagi.
(아직 확인을 안 했다=belum diperiksa)

모르는 단어 (kosakata yang belum diketahui) :
1. 소중하다 : berharga
2. 감탄하다 : mengagumi

Cuap2 :
"Aku ingin membuat sesuatu yang baru dalam blog ini, tepatnya rubrik baru. Setelah kupikir-kupikir, kenapa aku gak memakai kata 내 작품 saja. Maksudnya 내 작품 (nae jangphum=karyaku) adalah sesuai dengan artinya, aku ingin memasukkan karyaku yang berupa tugas2 dan latihan2 bahasa Korea-ku dalam blog ini. Ada beberapa yang sudah diperiksa sama dosenku, ada pula yang belum. Tujuanku memasukkan mereka adalah pembelajaran untuk diriku sendiri dan (yang terutama) untuk menunjukkan bahwa ini lho karyaku selama belajar bahasa Korea. Selain ada terjemahannya, juga ada kosakata baru. Tujuannya simpel saja, yaitu untuk menambah kosakata yang belum kuketahui. Aku akan mencatatnya sambil mengumpulkannya sedikit demi sedikit, dan menghafalnya tentu saja. ^^  Nah, semoga pembaca dapat menikmati karyaku ini. Akhir kata, karena aku masih pemula, jadi kalau ada kesalahan struktur bahasa atau penulisan, mohon maaf ya. Karena itulah, kritik dan saran dari kalian sangat kubutuhkan. Selamat membaca!"

Remi-san,...

BABAK 29

Sore hari.
Depan rumah Nanami.
Ibu-ibu tetap misuh-misuh meskipun Nanami berjalan di depan mereka.
Begitu Nanami sampai di depan pintu, ia diam sebentar, menghela napas panjang, lalu masuk rumah.

. . .

Waktu yang sama.
Di dalam rumah Nanami.

Nanami : Aku pulang.
Remi : Tumben kau mengucapkan aku pulang. Apakah ada kejadian yang menyenangkan?
Nanami : (mengernyit) Memangnya aneh kalau aku mengucapkan aku pulang?
Remi : Tidak, tidak. Bukan itu maksudku.
Nanami : Lalu?
Remi : (tersenyum) Sudahlah, lupakan. Selamat datang, Nana-chan.
Nanami : Hm.

Remi kembali menonton di ruang keluarga, sedangkan Nanami mulai mencuci piring. Beberapa saat kemudian,

Nanami : Remi-san, bisakah kau membantuku?
Remi : (kepalanya muncul dari ruang TV) Ya?
Nanami : Bantu aku mengelap piring-piring ini.
Remi : (melihat tumpukan piring) Dengan satu syarat.
Nanami : Apa?
Remi : Panggil aku ibu.
Nanami : (gerakan tangannya terhenti) . . .
Remi : Aku mohon, sekali saja.

Nanami menghela napas kemudian melanjutkan mencuci piring. Melihat reaksi Nanami, Remi segera beranjak ke dapur untuk membantunya.

Remi : Aku hanya bercanda. Sini kubantu. (mulai mengelap piring)
Nanami : . . .

Nanami dan Remi mengerjakan pekerjaannya masing-masing dalam diam. Yang terdengar hanya suara gemercik air yang mengalir, sampai satu kalimat keluar dari mulut Nanami,

Nanami : Remi-san, aku mau kita pindah.

Thursday, March 18, 2010

Pengakuan Pertama


kata-kata manis yang kau ucapkan
tak sebanding dengan apa yang kuinginkan
karena aku hanya mengenggam angin
aku hanya mencari makna tak berarti
sesuatu yang kosong
yang bahkan tak patut untuk kucari

dan di saat aku berhasil menemukannya,
sosokmu yang luput dari pandangku,
betapa hati ini senang bukan kepalang
mau tau kenapa?
kau orang "pertama"-ku
satu-satunya orang "pertama"-ku

namun ketika suatu saat,
aku membuat sebuah pengakuan
kau membuat sebuah pengakuan
semua mendengarkan pengakuan,
semuanya musnah
hancur berkeping-keping
tak menyisakan suatu apapun,
termasuk orang "pertama"-ku

dengar,
inilah pengakuanku
sebagai tanda mulanya kehancuran
tepat seperti yang kuucap

apakah kau mendengarnya,
pengakuanku ini?

baiklah,
akan kuucap keras-keras di depanmu
agar kau tahu
agar kau ingat

inilah pengakuanku
yang pertama



This poem's related to Nanami and Makoto's story
 

Tuesday, March 16, 2010

Kau Tidak Tau, Kau Tidak Mengerti

BABAK 28

Keesokkan harinya.
Sebelum pelajaran dimulai, Yume menghampiri kelas Nanami dan mengajaknya bicara di tempat yang sepi.

Yume : Ng... Boleh aku bertanya?
Nanami : . . .
Yume : Tapi tolong jangan berpikiran macam-macam karena aku hanya ingin bertanya.
Nanami : Langsung saja pada intinya, aku tidak punya banyak waktu.
Yume : Baiklah. Boleh kutau apa hubunganmu dengan Makoto?

Mendengar nama itu disebut, rahang Nanami mengeras dan tangannya mengepal.

Yume : Apakah kau menyukainya?
Nanami : (tertawa hambar) Haha-- Hahahahahaha....
Yume : (bingung)
Nanami : Kau menginginkannya? Ambillah, itu hakmu. Lagipula dia bukan milikku atau semacamnya jadi kau tidak perlu minta izin dariku. Hahahaha....
Yume : Tapi aku melihatmu bersamanya...
Nanami : . . .
Yume : ...kemarin.
Nanami : (tawa terhenti)
Yume : Saat kau memintanya agar menjauhimu.
Nanami : . . .
Yume : Kau berpikir, Makotolah yang menempel foto-foto itu. Apakah aku salah?
Nanami : (terdiam sejenak) Tidak, kau benar.
Yume : Nana-chan, Makoto bukan orang seperti itu.

Angin berhembus. Nanami menatap Yume tanpa ekspresi

Nanami : Kau tidak tau. Kau tidak mengerti.

dan berlalu

Dia Adalah Wanita Bayaran

BABAK 27

Sore hari, saat perjalanan pulang.
Nanami mempercepat langkahnya dengan pikiran yang campur aduk.

Nanami : (dalam hati) Kenapa? Kenapa dia menampiknya? Kenapa dia tidak mengakuinya saja? Kenapa?

Langkahnya terhenti.

Nanami : (dalam hati) Atau memang bukan dia pelakunya?
Nanami : (menggeleng) Tidak, tidak. Pasti dia. Ternyata dia masih ingin meneruskan permainannya dulu. Oke, akan kuterima tantanganmu dengan senang hati.

Nanami hendak berjalan lagi, namun ia dikejutkan oleh kehadiran tetangganya yang sedang bergosip dengan berbisik-bisik.

Tetangga 1 : Kemarin aku melihatnya pulang pagi lagi.
Tetangga 2 : Benarkah? Wah, itu sudah tidak diragukan lagi. Sudah pasti dia adalah wanita bayaran.
Tetangga 1 : Benar, benar. Lebih baik dia pergi dari sini sebelum memberikan pengaruh buruk pada lingkungan sekitar, termasuk anak-anak kita.
Tetangga 3 : Tapi, apa tidak kita tanyakan dulu pada orangnya?
Tetangga 2 : Tidak usah, semuanya sudah jelas.
Tetangga 1 : Jadi, kapan kita mau mengusir mereka?
Tetangga 2 : Secepatnya.

Saat Nanami berjalan melewati mereka, mereka terdiam dan kembali melanjutkan setelah Nanami masuk rumah.

Tetangga 3 : Dia mendengar pembicaraan kita.
Tetangga 1 : Biar saja. Biar dia sadar bahwa kita tidak menyukainya dan segera pergi dari sini.

Sunday, March 14, 2010

Langit Terseyum Melihatmu


melihatmu terbaring di sana
air mataku mengalir
tanpa kuperintah
melihatmu seperti itu
aku tak sanggup
ingin aku berlari
tapi tak bisa
kaki ini terpaku melihatmu
dengan tangis yang semakin menderas

saat ini,
lebih baik aku melihat senyummu
meskipun hati ini akan tergores
meskipun aku akan sakit
asal kau tersenyum,
itu menjadi obat buatku
daripada seperti ini

aku tak ingin membayangkannya
hal terburuk yang menantimu
cepatlah pulih
dan jangan menangis lagi
biarkan aku yang menangis
menggantikanmu

lihat,
langit tersenyum melihatmu
maukah kau membalasnya?

Tolong Jauhi Aku

BABAK 26

Hari yang sama.
Dekat gudang penyimpanan alat-alat olahraga.
Makoto mendapati seseorang berdiri membelakanginya.

Nanami : Akhirnya kau datang.
Makoto : Nana?

Makoto berjalan mendekatinya, namun terhenti tatkala Nanami berbalik dan menunjukkan ekspresi yang sulit digambarkan.

Makoto : Wajahmu...

PLAK!

Makoto : (terkejut)
Nanami : Puas kau sekarang?! Setelah apa yang kau lakukan, kau sudah puas?!!
Makoto : Apa... Aku tak mengerti.

Nanami mulai menangis. Segera dihapusnya air mata itu.

Nanami : Jangan pura-pura bodoh. Aku tidak akan tertipu lagi olehmu, seperti dulu.
Makoto : (kaget) Tapi, aku benar-benar--
Nanami : Tolong jauhi aku dan jangan menggangguku lagi. Aku mohon.

Tak jauh dari situ, Yume terkejut dengan apa yang dilihatnya. Kemudian ia melihat Nanami membungkuk sebelum pergi meninggalkan Makoto.

Murka dengan . . .


kuhentakkan kaki ini
berharap tanah akan berguncang
bumi pun ikut bergoyang
lalu kuteriak
memengangkan tiap telinga
sampai rusak
dan hilang pendengaran

ya, aku murka

murka dengan kebodohan
murka dengan kelalaian
murka dengan ketidakpastian
yang berakhir dengan kehancuran

aku tak bisa mengubahnya kembali
semua akan tetap seperti itu
tetap pada tempatnya masing-masing
dan kubiarkan tetap seperti adanya

lukisku
gambarku
imajiku

. . . .

Kau Bisa, Kau Mampu


tak bisa kubayangkan
di luar sana
mereka berjuang
begitu keras
sedangkan aku
berkecukupan
tanpa perlu berjuang
seperti mereka

tiada yang tak patut disyukuri
selain anugerah-Nya
dan pemberian dari-Nya
yang membuat
setiap orang tersenyum
dan memang
itulah hal terbaik
hal terindah dari-Nya
karenanya,

tersenyumlah
tunjukkan
inilah senyum terbaikmu
dengannya,
hadapilah hidup
dan kembangkan cahayamu
aku tahu kau bisa
dan memang
kau mampu mewujudkannya

Saturday, March 13, 2010

Kisah Lou-Hou


aku berpuisi
dan aku bercerita

mau mendengar ceritaku?

setiap insan pasti punya alasan
hidup di dunia
itulah yang dipercayai seorang Lou
tapi tidak dengan Hou
Lou percaya masalah datang
bukan untuk diabaikan
Hou sebaliknya,
ia membenci masalah

"Aku ingin hidup tenang dan damai."

tiada manusia yang bisa
seperti itu
manusia hidup untuk berusaha
bukan untuk bersantai,
nasihat Lou

"Aku tidak percaya hal itu."

Hou tidak peduli
dan tidak mau ambil pusing
Hou hanya ingin bersantai
apa salahnya?

"Boleh kukatakan sesuatu?"
tanya Lou
"Kau manusia terbodoh, kau tahu?"

Hou terkejut mendengarnya
dia merasa dilecehkan
betapa tidak,
adiknya sendiri yang mengatakan
hal sekejam itu

"Aku tidak peduli."
tantangnya balik
"Ini urusanku,
bukan urusanmu."

Lou menghela napas
entah yang ke berapa kalinya
ia sudah pasrah,
putus asa

"Terserah kau.
Suatu hari, kau akan termakan."
ancam Lou

Hou membalas,
"Kita lihat nanti."

Friday, March 12, 2010

Tiba-tiba Yume Berhenti...

BABAK 25

Waktu yang sama.
Yume, Irumi, dan Nao baru sampai di lantai 2 saat mereka melihat kerumunan orang.

Nao : Kau lihat apa yang dilakukan Yamato tadi? Menyibak rok Kurumi. Hahaha...
Yume : Itu bukan bahan tertawaan. Kau tidak lihat wajah Kurumi setelah Yamato menyibak roknya?
Irumi : Sikap Yamato memang keterlaluan.
Yume : Kasihan Kurumi.
Irumi : Tunggu, ada apa itu?
Nao : (penasaran) Sepertinya ada sesuatu yang menarik di mading sekolah. Ayo, kita lihat!

Mereka bergegas menuju mading sekolah.
Namun tiba-tiba Yume berhenti saat melihat Makoto berjalan ke suatu tempat.
Yume merapat ke jendela lalu berlari meninggalkan Irumi dan Nao.

Dia

BABAK 24

Hari berikutnya.
Di dekat majalah dinding sekolah tampak berkerumun banyak orang.
Istirahat siang.

Murid 1 : Kira-kira siapa ya wanita itu?
Murid 2 : Entahlah, aku tidak mengenalnya.
Murid 3 : Tapi, kenapa dia bersama laki-laki? Masuk ke hotel pula.
Murid 2 : (menepuk kepala murid 3) Dasar bodoh. Laki-laki dan perempuan masuk ke hotel tentu saja mau melakukan 'itu'.
Murid 3 : (bingung)
Murid 4 : Kenapa menempel foto orang yang tidak dikenal? Aku yakin semua murid di sekolah ini tidak ada yang tau siapa wanita itu.

Suasana menjadi riuh.
Sementara tak jauh dari tempat itu, Nanami sedang berjalan sambil merenung.

Nanami : (suara dalam hati) Mati ya? Hmm... Bagaimana rasanya mati?

Tiba-tiba, Nanami dikejutkan dengan suara riuh dari arah majalah dinding sekolah.
Begitu sampai di sana,...

Nanami : (mata membulat) Apa-- Apa-apaan ini? 
Murid-murid : (menoleh)

Kemudian Nanami segera mencabut foto-foto itu dengan membabi buta.

Nanami : (teriak) Siapa yang melakukan semua ini?! Katakan padaku, siapa yang melakukannya?!!

Saking marahnya, Nanami menunjuk satu per satu murid dengan membabi buta.

Nanami : Kau yang melakukan ini?!
Murid 5 : (menggeleng ketakutan)
Nanami :  Kau yang melakukan ini?! Jawab!!
Murid 6 : (gemetar ketakutan) Bu-- bukan aku.
Nanami : Atau kau?!
Murid 7 : Bu-- bukan.
Nanami : Kalau bukan kau, lalu siapa?!

Tiba-tiba Nanami terdiam.
Di otaknya hanya ada satu nama,

Nanami : (suara dalam hati) Dia.

Lukisan Kotak-kotak


aku ingin mencari kotak
sebanyak yang aku bisa
akan kumasukkan ke dalamnya
kaus kakiku
semua kaus kakiku
agar baunya tak merebak
akan kulukis
kotak-kotak itu
dan kaus kakiku
seraya tersenyum
puas karena telah berhasil

"Aku senang."

aku akan menyimpannya
dan akan kuingat
selalu kuingat
agar aku sadar
kelar jika aku tertidur
terlelap dalam gelap
dan bermimpi
menjadi orang biasa

hentikan!
itu hanya mimpi
ingat,
kau bukan orang biasa
pun bukan luar biasa


(2009년3월11일)

Tuesday, March 09, 2010

Andaikan Suatu Saat . . .

BABAK 23

Tepi jendela kamar.
Nanami sedang melamun sambil menatap langit malam.

Nanami : (menghembus napas pelan) Pururu?

. . .

Nanami : Aku tau kau ada di sini, keluarlah.
Pururu : (muncul di sebelah Nanami) Bagaimana kau bisa tau?
Nanami : Kau lupa, aku bisa merasakannya.
Pururu : (merinding) Hentikan itu. Kau membuatku takut.
Nanami : Seperti inilah aku... berbeda.

. . .

Nanami : Akhir-akhir ini, kau sering menghilang.
Pururu : (tersenyum) Karena sudah waktunya, Nana-chan.

Nanami mengerutkan dahi, tidak mengerti maksud jawaban Pururu.

Nanami : Sudah waktunya ya, hmm...

. . .

Tiba-tiba Nanami bergumam sendiri.

Nanami : Andaikan suatu saat jantung ini berhenti berdetak,...
Pururu : (kaget)
Nanami : ...dan urusan di dunia belum selesai,...

Pururu menoleh dan menatap Nanami datar.

Pururu : Hari ini kau sangat aneh.
Nanami : Kau tidak akan mengerti, Pururu, tidak akan pernah.

Wednesday, March 03, 2010

Rumah Topeng


Saat kulangkahkan kaki,

baru kusadari

ini rumah topeng

Tak sampai di situ saja,

aku pun dikejutkan

dengan langkah kaki seseorang,

seorang tanpa topeng

"Halo."

sapanya seraya tersenyum

Untunglah, gumamku pelan

"Aku tahu ucapanmu,

dan aku sangat mengerti."

Keningku mengerut,

bagaimana dia bisa tahu?

"Aku bisa membacanya."

Lalu dia melanjutkan,

"Maaf, inilah adanya aku."

Monday, March 01, 2010

Welcome My March


I gave you some toys last night

The cars, the trucks, the gun

Especially the soccer ball

Did you say that you like it so much?

I gave them to you

with hope you'll like it

Well, it doesn't seem

like it supposed to be

You play them

while ignore them

Seems like you are not having fun,

no expression

and the last thing that i saw

you crushed them

Even you haven't said
"Welcome my March" happily

that you always do every year in March

Well, i shouldn't wish that far

At least, just say it on this March 1st,

will you?