saat kau ucapkan kata itu
"lupakan aku, hapuskan aku."
dengan dingin
sedingin salju yang turun kala itu
tidak tahukah kau,
hatiku terluka?
lihatlah air mata ini
apakah aku terlihat senang
mendengar ucapmu?
di saat itulah aku sadar
penolakanmu terhadapku
adalah
sebuah ucapan selamat tinggal
mau tak mau ku harus terima
meski hati ini tak mau
meski hati ini sakit
tapi aku harus
cuap-cuap :
"puisi ini kubuat sesuai dengan komik
yang sedang kubaca : Hana to Akuma (Flower and Devil),
tepatnya di chapter 52. meskipun ceritanya agak
menyedihkan, tapi aku sangat menantikan
kelanjutan kisahnya."
No comments:
Post a Comment