Showing posts with label Fenomena. Show all posts
Showing posts with label Fenomena. Show all posts

Sunday, January 02, 2011

어쩔 수가 없다

seandainya aku bisa berkata
aku ada di sini
apakah kau akan melihatku
bahkan aku tak sampai hati mengucapnya
aku takut merusaknya
dan aku takut bayangkannya
tapi aku ada di sini
dan kau tak mengindahkannya
hal itu membuatku sakit
kau tahu itu

aku tak memberimu tanda
dan kau semakin terlalu
tolong berhentilah
aku ingin kau melihatku
aku ingin kau mengindahkanku
kau mengerti itu

tak mengerti pun tak apa
aku tak mau memaksamu
tak sadar pun aku mengerti
jadi ku hanya bisa berkata ini
apa boleh buat

Monday, July 26, 2010

Lupakan Aku


saat kau ucapkan kata itu
"lupakan aku, hapuskan aku."
dengan dingin
 sedingin salju yang turun kala itu
tidak tahukah kau,
hatiku terluka?
lihatlah air mata ini
apakah aku terlihat senang
mendengar ucapmu?

di saat itulah aku sadar
penolakanmu terhadapku
adalah
sebuah ucapan selamat tinggal
mau tak mau ku harus terima
meski hati ini tak mau
meski hati ini sakit
tapi aku harus



cuap-cuap :
"puisi ini kubuat sesuai dengan komik
yang sedang kubaca : Hana to Akuma (Flower and Devil),
tepatnya di chapter 52. meskipun ceritanya agak
menyedihkan, tapi aku sangat menantikan
kelanjutan kisahnya."

Tuesday, June 29, 2010

Surat untuk Ibu


ibuku seorang yang ceroboh
ibuku tidak terlalu bisa
mengerjakan pekerjaan rumah
ibuku seorang yang cerewet
tapi,
ibuku sangat perhatian
ibuku menyayangi anaknya
meskipun bukan sebenarnya anaknya
ibuku merawatnya
ya, merawatku
menciumiku
bahkan menyayangiku
ibuku selalu mengatakan,
"selamat datang."
meski aku tak mengatakan,
"aku pulang."
saat itulah aku merasa
aku tak sendiri lagi
dan aku sangat mensyukuri hal itu

ibu... ibu... ibu...
aku sangat menyayangimu
aku memang bukan anakmu
tapi aku amat sangat sayang padamu
ibu... ibu... ibu...
aku pergi bukan karena benci
pun bukan karena aku tak menyayangimu
aku pergi untukmu,
untuk bahagiamu
ibu... ibu... ibu...
kumohon jangan menangis
kumohon jangan mencariku
ingatlah aku di hatimu
suatu saat, aku pasti kembali
jadi, jangan lupakan aku
kumohon

dan maaf
aku belum bisa menjadi anak yang baik
maafkan aku
dan terima kasih


(2010년6월26일)
 This poem's related to Nanami and Makoto's story

Monday, June 14, 2010

Kau Tahu Kenapa?


menyesakkan
kau tahu kenapa?
kehampaan ini mengurungku
kebuntuan ini menyiksaku
tak dapat kulakukan apapun
yang kuingin hanya berdiam
tak ada ucap
tak ada kata
tak ada suara

dan alangkah tak wajarnya
jika aku melulu seperti ini
aku tak suka
bahkan benci
mengapa kau tak datang
wahai yang kupinta?
aku sangat membutuhkanmu

ya, aku pun tahu
ini berlebihan
amat berlebihan
kau tahu kenapa?
aku membutuhkannya
sangat
lantas, apa yang kuperlukan lagi?

tolong
jangan sampai membutakan
aku tak mau itu
aku tak ingin itu
tak perlu ku bersusah-payah
lepaskan saja
dan luapkanlah
tanpa berpikir apapun

sampai kau dapat membuatnya sempurna

Wednesday, May 19, 2010

Kau Tahu, . . .


permainan kata yang tak lagi kulakoni
berakhir begitu saja di tengah jalan
seolah membuatku melupakan
cara bermain kata-kata

lalu, apa yang kaubuat selama ini?

hanya menyapa pagi
dan ikut berdendang bersama penghuni pagi?
berjalan ke sana-sini
mencari seseorang yang tak kunjung ada?
menatap arak-berarak awan di langit,
menunggu petang datang?
mencoba menentang kabut
yang tak bisa kaukalahkan?

kau tahu,
kau hanya berusaha menangkap angin,
berusaha menggenggam air,
berusaha mengais air laut

ke mana perginya kata-kata itu?
apakah kau lupa akan tugasmu?

kau tahu,
tawa sumbang menghias bibirku
kini

Thursday, May 06, 2010

"Lukisan"-ku


merah
warna pertama yang kugoreskan
di atas kanvas putih ini
dengan gemulai kupenuhi tiap sudutnya
garis yang semakin memanjang
tanpa henti, kubiarkan kuasku menari
sebebas ia ingin menari

biru
kupilh warna kedua
warna hatiku, perasaanku,
warna diriku
kugoreskan di samping merahku
kombinasi warna yang kontras
merah adalah kuat
biru adalah lembut

hitam
warna terakhir
puncak dari segala warna
kuikuti langkahnya memenuhi kanvas
mengaburkan mereka,
memudarkan, lalu menghilangkan
meniadakan mereka

tanganku terhenti
mataku terbuka

inilah "lukisan"-ku

Sunday, April 04, 2010

Aku Tanpa Mereka


lazimnya,
jika seorang anak kecil ditanya,
"seperti apa ayah dan ibumu?"
dengan senyum terkembang
dan sinar mata yang cerah
serta semangat yang menggebu
dan nada penuh kebanggaan
dia menceritakan
perihal keduanya

"ayahku seorang pilot
setiap hari ia pulang
membawa sesuatu untukku"
"ayahku seorang dokter
ia sudah menyembuhkan
banyak pasien
di rumah sakit"
"ayahku bekerja di kantor pos
ia pasti akan mengantarkan surat
sampai tujuan"

"ibuku penjahit
baju buatannya sangat bagus"
"ibuku seorang penjual
ia selalu melayani orang lain
dengan senyum"
"ibuku orang yang paling baik
aku paling suka
senyum ibuku"

andaikan aku seperti mereka

Monday, March 22, 2010

Satu Tanyaku


dulu,
kau memanggilku Faye
terdengar aneh memang
katamu,
Faye itu peri
peri itu aku
aku senang mendengarnya

ingatkah kau?
di pesisir pantai kala itu
kau membuatkan istana pasir untukku
hanya untukku,
tekanmu
istana itu tidak berdiri lama
ia hanyut bersama pasir yang lain
oleh ombak
istanaku hancur
kau tertawa
dan berkata,
"Akan kubangun lagi
istana pasir untukmu,
berapapun."

dan ingatkah kau?
bintang-bintang di langit malam itu
dan alunan lagu
'when you wish upon a star"
menjadi teman lalui malam
bernyanyi sambil menatap bintang
berulang kali alunan lagu diputar
dan bintang berkelap-kelip
sampai tertidur
dan bangun di pagi hari
dengan senyuman
serta ucapan selamat pagi

satu tanyaku,
semua itu
bisakah terulang kembali?



(2010년3월22일)

Thursday, March 18, 2010

Pengakuan Pertama


kata-kata manis yang kau ucapkan
tak sebanding dengan apa yang kuinginkan
karena aku hanya mengenggam angin
aku hanya mencari makna tak berarti
sesuatu yang kosong
yang bahkan tak patut untuk kucari

dan di saat aku berhasil menemukannya,
sosokmu yang luput dari pandangku,
betapa hati ini senang bukan kepalang
mau tau kenapa?
kau orang "pertama"-ku
satu-satunya orang "pertama"-ku

namun ketika suatu saat,
aku membuat sebuah pengakuan
kau membuat sebuah pengakuan
semua mendengarkan pengakuan,
semuanya musnah
hancur berkeping-keping
tak menyisakan suatu apapun,
termasuk orang "pertama"-ku

dengar,
inilah pengakuanku
sebagai tanda mulanya kehancuran
tepat seperti yang kuucap

apakah kau mendengarnya,
pengakuanku ini?

baiklah,
akan kuucap keras-keras di depanmu
agar kau tahu
agar kau ingat

inilah pengakuanku
yang pertama



This poem's related to Nanami and Makoto's story
 

Sunday, March 14, 2010

Langit Terseyum Melihatmu


melihatmu terbaring di sana
air mataku mengalir
tanpa kuperintah
melihatmu seperti itu
aku tak sanggup
ingin aku berlari
tapi tak bisa
kaki ini terpaku melihatmu
dengan tangis yang semakin menderas

saat ini,
lebih baik aku melihat senyummu
meskipun hati ini akan tergores
meskipun aku akan sakit
asal kau tersenyum,
itu menjadi obat buatku
daripada seperti ini

aku tak ingin membayangkannya
hal terburuk yang menantimu
cepatlah pulih
dan jangan menangis lagi
biarkan aku yang menangis
menggantikanmu

lihat,
langit tersenyum melihatmu
maukah kau membalasnya?

Murka dengan . . .


kuhentakkan kaki ini
berharap tanah akan berguncang
bumi pun ikut bergoyang
lalu kuteriak
memengangkan tiap telinga
sampai rusak
dan hilang pendengaran

ya, aku murka

murka dengan kebodohan
murka dengan kelalaian
murka dengan ketidakpastian
yang berakhir dengan kehancuran

aku tak bisa mengubahnya kembali
semua akan tetap seperti itu
tetap pada tempatnya masing-masing
dan kubiarkan tetap seperti adanya

lukisku
gambarku
imajiku

. . . .

Kau Bisa, Kau Mampu


tak bisa kubayangkan
di luar sana
mereka berjuang
begitu keras
sedangkan aku
berkecukupan
tanpa perlu berjuang
seperti mereka

tiada yang tak patut disyukuri
selain anugerah-Nya
dan pemberian dari-Nya
yang membuat
setiap orang tersenyum
dan memang
itulah hal terbaik
hal terindah dari-Nya
karenanya,

tersenyumlah
tunjukkan
inilah senyum terbaikmu
dengannya,
hadapilah hidup
dan kembangkan cahayamu
aku tahu kau bisa
dan memang
kau mampu mewujudkannya

Friday, March 12, 2010

Lukisan Kotak-kotak


aku ingin mencari kotak
sebanyak yang aku bisa
akan kumasukkan ke dalamnya
kaus kakiku
semua kaus kakiku
agar baunya tak merebak
akan kulukis
kotak-kotak itu
dan kaus kakiku
seraya tersenyum
puas karena telah berhasil

"Aku senang."

aku akan menyimpannya
dan akan kuingat
selalu kuingat
agar aku sadar
kelar jika aku tertidur
terlelap dalam gelap
dan bermimpi
menjadi orang biasa

hentikan!
itu hanya mimpi
ingat,
kau bukan orang biasa
pun bukan luar biasa


(2009년3월11일)

Sunday, February 28, 2010

Bukan Apa-apa


apalah yang bisa kulakukan?
aku hanyalah bawahan
yang mengikuti perintah atasan

apalah yang dapat kuperbuat?
aku hanyalah seorang kesepian
penyendiri yang membutuhkan teman

apalah yang kurasakan?
aku hanya manusia biasa
yang menginginkan sebuah senyuman

apalah aku?
aku sama dengan negatif
yang menginginkan positif

siapa sangka
semua itu hanya ilusi
dan aku
memang bukan siapa-siapa
pun bukan apa-apa


(2009년2월26일)

Tuesday, February 09, 2010

Lihat Bintang Itu!


mata ini menutup
mulut ini tak berkata
kaki ini tak melangkah
tubuh ini tak bergerak

itu semua tak berarti
lihat,
jarum tetap berdetak bukan?

ah!
kau lupa sesuatu,
tanganmu

dengan tangan ini
apapun bisa kau buat
apapun bisa kau raih

lihat bintang itu!
kau menginginkannya bukan?

kejarlah!
raihlah!
petiklah!

diam
tak berarti tak bergerak
maukah kau
mengingat hal itu?


(2000년2월8일)

Friday, January 22, 2010

Maaf Untuknya

maaf ya,
aku memarahimu
aku melakukannya
karena aku menyayangimu
aku harap kau mengerti
maukah kau?

maaf juga,
aku kurang memperhatikanmu
aku mengacuhkanmu
tak peduli padamu
tak mau bermain denganmu
bisakah kau?

dan saat itu datang
kau celaka
aku takut
kau berhasil membuatku sedih

tapi terima kasih ya
celaka itu membuatku sadar
aku sayang padamu
kau dengar?
aku sayang padamu
sangat sayang
apakah kau dengar?

syukurlah
kau tidak apa-apa
semoga kau cepat sembuh
dan
mengajakku bermain lagi
dengan tawa itu,
sekali lagi


untukmu yang kusayang

Thursday, January 21, 2010

Tidak Semudah Itu

tidak semudah itu mengatakan
teman selamanya

pernahkah kau merasa
bukan seperti dirimu
saat kau bersama temanmu?
seolah kau orang lain
yang bahkan menyakitinya pun
bukan hal sulit untukmu

ataukah kau pernah mengkhianatinya
dengan mengikuti keinginan egoismu
dan memilih menutup hatimu?
tak peduli hal itu bisa membuat
persahabatan hancur sekalipun

atau mungkin
kau hendak menusuknya?
sudahkah?
kau buat hatinya hancur
kau tidak dapat mengembalikannya
seperti semula
tidak semudah itu

lalu apa selanjutnya?
membohonginya?
tidak mempercayainya?
menghapusnya dari hidupmu?

"Pernahkah aku?"

Sekali lagi aku katakan,
tidak semudah itu mengatakan
teman selamanya

apakah kau mengerti sekarang?


(2009년1월20일)


Puisi ini dibuat saat teman-temanku sedang gloomy.
Puisi ini kudedikasikan untuk mereka.
Semangat, teman!
Tersenyumlah untukku
seperti aku tersenyum untukmu.

Tuesday, January 12, 2010

Hanya Sebuah Kata

jika aku penjahat,
aku akan menjadi
penjahat yang paling kejam

jika aku pemakai,
aku adalah pemakai
yang tidak akan pernah sembuh

jika aku seorang yang gagal,
aku akan bunuh diri

jika aku seorang pembangkang,
tak satu hari pun
aku tidak membuat onar

jika aku seorang preman,
hidupku terlunta di jalanan

jika aku seorang pembunuh,
itu akan menjadi jalan hidupku
sampai mati

jika semua itu adalah aku,
bagaimana dengan orangtuaku?

ini bukanlah doa
juga bukan keinginanku
ini hanya sebuah kata
jika

Friday, January 08, 2010

사랑해 죽겠다

mungkin mereka pikir aku gila
sebegitu besarnya rasa sayangku
sebegitu seringnya aku membelamu
sebegitu parahnya aku menyukaimu

sampai aku berpikir,
jangan-jangan
aku hanya terobsesi padamu
atau aku mengagumimu
atau menggilaimu

tidak, bukan seperti itu
mereka benar,
aku memang gila
gila karena menyukaimu
sampai aku sulit melepasmu

tolong
jangan tinggalkan aku
aku mohon padamu
kalau perlu,
aku rela bersimpuh di depanmu
menghibamu
aku rela
jadi tolong,
jangan tinggalkan aku

Tuesday, January 05, 2010

Semua Tak Ada

Tak ada yang bisa kupikirkan
Tak ada yang bisa kuingat
Tak ada yang bisa kulakukan
Tak ada yang bisa kutulis
Semua kosong
Menguap
Adakah satu cara
untuk membuatnya kembali?