Thursday, February 11, 2010

Aku Hanya Ingin Meminta Maaf

BABAK 21

Taman, sore hari.
Nanami dan Makoto duduk-duduk di ayunan sambil memandang langit sore.

(hening)

Nanami : Cepat katakan!
Makoto : Apa?
Nanami : Hal yang ingin kau bicarakan, cepat katakan!
Makoto : Tidak ada.
Nanami : Tidak ada?
Makoto : Ya, tidak ada.
Nanami : Lantas...?
Makoto : . . .
Nanami : Kau membuang-buang waktuku saja.
Makoto : (ragu-ragu)
Nanami : Oh, atau kau sedang merencanakan sesuatu lagi, untukku?
Makoto : (terkejut) Maksudmu?
Nanami : Kau tau apa maksudku.

(hening)

Makoto : Dengar, aku tidak pernah punya niat untuk melakukan hal buruk padamu. Aku hanya-- Aku hanya ingin meminta maaf.
Nanami : Meminta maaf? Untuk apa?
Makoto : Kau tau untuk apa aku meminta maaf.

(hening)

Nanami : (beranjak) Aku pulang.

Tiba-tiba tangan Makoto menahan Nanami. Nanami berusaha menepisnya, namun tak bisa.

Nanami : Lepas!
Makoto : Katakan padaku...
Nanami : Aku bilang lepaskan aku!
Makoto : ...apa yang harus kulakukan agar kau mau memaafkanku?

Nanami berhenti berontak lalu menatap Makoto dengan tatapan yang sulit diartikan, membuat Makoto melepaskan tangannya. Nanami pun berlalu.

Makoto : (meninju tiang ayunan)

No comments:

Post a Comment