BABAK 21
Taman, sore hari.
Nanami dan Makoto duduk-duduk di ayunan sambil memandang langit sore.
(hening)
Nanami : Cepat katakan!
Makoto : Apa?
Nanami : Hal yang ingin kau bicarakan, cepat katakan!
Makoto : Tidak ada.
Nanami : Tidak ada?
Makoto : Ya, tidak ada.
Nanami : Lantas...?
Makoto : . . .
Nanami : Kau membuang-buang waktuku saja.
Makoto : (ragu-ragu)
Nanami : Oh, atau kau sedang merencanakan sesuatu lagi, untukku?
Makoto : (terkejut) Maksudmu?
Nanami : Kau tau apa maksudku.
(hening)
Makoto : Dengar, aku tidak pernah punya niat untuk melakukan hal buruk padamu. Aku hanya-- Aku hanya ingin meminta maaf.
Nanami : Meminta maaf? Untuk apa?
Makoto : Kau tau untuk apa aku meminta maaf.
(hening)
Nanami : (beranjak) Aku pulang.
Tiba-tiba tangan Makoto menahan Nanami. Nanami berusaha menepisnya, namun tak bisa.
Nanami : Lepas!
Makoto : Katakan padaku...
Nanami : Aku bilang lepaskan aku!
Makoto : ...apa yang harus kulakukan agar kau mau memaafkanku?
Nanami berhenti berontak lalu menatap Makoto dengan tatapan yang sulit diartikan, membuat Makoto melepaskan tangannya. Nanami pun berlalu.
Makoto : (meninju tiang ayunan)
No comments:
Post a Comment