Sunday, February 28, 2010

Tatapan Sang Putri


Tahun demi tahun berlalu

Saat itu Sang Putri tengah berdiri
menatap langit
Merasakan angin sejuk
dan keindahan alam
Terlintas di pikirnya,
taman bunga,
Sang Putri ingin pergi ke sana

Dan di sanalah Sang Putri melihatnya,
pengawal bukan pengawal,
tepat di dekat gerbang istana
Tidak, tidak semua
Dia sendiri

Pengawal bukan pengawal
melambaikan tangannya
Dahi Sang Putri mengerut
lalu mengendur,
tersenyum

Dihampirinya dia
Sang Putri menatapnya dari ujung kepala
sampai ujung kaki
lalu kembali ke ujung kepala

Tanpa menghilangkan senyumnya,
Sang Putri berkata,
"Kau kembali."

Tak peduli dengan alasan apa
Sang Putri hanya tahu bahwa
dia telah datang
dia kembali
dan ini nyata

Pengawal bukan pengawal membungkuk
"Maafkan kelancangan hamba,
Tuan Putri."

Tatapan Sang Putri melembut
Betapa Sang Putri sangat merindukan
pengawal bukan pengawalnya

"Selamat datang kembali."


(2009년2월27일)

No comments:

Post a Comment