Sunday, March 14, 2010

Murka dengan . . .


kuhentakkan kaki ini
berharap tanah akan berguncang
bumi pun ikut bergoyang
lalu kuteriak
memengangkan tiap telinga
sampai rusak
dan hilang pendengaran

ya, aku murka

murka dengan kebodohan
murka dengan kelalaian
murka dengan ketidakpastian
yang berakhir dengan kehancuran

aku tak bisa mengubahnya kembali
semua akan tetap seperti itu
tetap pada tempatnya masing-masing
dan kubiarkan tetap seperti adanya

lukisku
gambarku
imajiku

. . . .

2 comments:

  1. kebodohan, kelalaian ataupun kehancuran, tak layak untuk kau murkai...
    mereka adalah hidup, mereka lahir bersama kepandaian, kepatuhan ataupun kedamaian.. sepatutnya meraka diperlakukan sama...
    peluklah itu sekalipun perih, rangkullah ia bersamamu. pahami dan rasakan adanya dia..
    tapi ada yang berbeda, mereka (kebodohan, kelalaian ataupun kehancuran) tak perlu lama kau simpan, setelah kau mengerti ia, lepaskanlah, biarkan mereka pergi...
    Dan kita siap menerima dan memeluk keadaan dan perasaaan2 lain...
    Itulah hidup...
    Itulah nikmatnya hidup...
    terima saja semua dan rasakan kenikmatan itu... :)

    ReplyDelete
  2. kebodohan, kelalaian, kehancuran
    sudah sepatutnya mereka dirangkul
    bersama kepandaian, kepatuhan, kedamaian
    seperti katamu
    namun, ada yang terlupa
    di dunia ini, ada berbagai macam manusia
    ada beberapa yang ingin merangkulnya
    ada pula yang tak mau merangkulnya
    beberapa yang lain bahkan membawanya sampai mati
    entah aku tipe manusia yang seperti apa
    tapi sudah kupunya jawaban di hati
    enggan kuakui,
    namun itulah kenyataannya

    ReplyDelete