Beberapa saat kemudian. Rumah Haruka.
Akane berjalan menuju dapur dan meletakkan barang belanjaannya di sana. Ia pun segera duduk dekat Haruka.
Akane : Jadi, dia orangnya?
Haruka : Un.
Akane : Dia orang yang tempo hari mengadakan pesta kecil di TK Himawari?
Haruka : Ya, dia orangnya.
Akane : (bertopang dagu) Hmm...sepertinya aku tak melihatnya waktu itu.
Haruka : Dia tidak datang.
Haruka menghela napas berat. Akane meliriknya curiga.
Akane : Kau...menyukainya?
Haruka : (gugup) Ap--apa maksudmu aku menyukainya?! Dengar ya, aku tidak suka padanya! Kau mengerti?!
Akane : Ya, ya, teruslah kau berbohong. Lihat, tertulis di wajahmu bahwa kau menyukainya. Aku tak mungkin salah.
Haruka : Dasar sok tahu.
Akane : Eh, jangan salah. Intuisi wanitaku berkata seperti itu, dan dia tak pernah salah. Kalau kau tidak menyukainya, bisa kau jelaskan mengapa wajahmu memerah seperti ini? Jangan bilang kau sakit karena aku tak akan percaya. Jelas-jelas kau sehat begini.
Haruka : (gemas) Miss Cerewet yang satu ini benar-benar deh.
Akane : Tapi benar kan? Kau menyukainya?
Haruka : (melamun) Haah...
Itu sudah merupakan jawaban bagi Akane lantas dia tak bertanya lebih jauh lagi.
Akane : Jadi, untuk apa dia mengadakan pesta kecil itu?
Haruka : (mengangkat bahu)
Akane : (bersiul) Haru-chan, selamat, calon suamimu ternyata orang kaya!
Haruka : (dahi mengernyit) Apa-apaan sih kau ini.
Akane : Kusarankan cari pria lain saja. Dia agak sombong, kurasa.
Haruka : Sombong?
Akane : Entahlah, aku tak menyukai sifatnya. Kau ingat, tadi aku tak sengaja menabraknya. Aku langsung meminta maaf padanya, tapi dia hanya diam saja dan berlalu. Setidaknya dia membalas ucapanku dengan, "Ya, tak apa.", bukannya malah pergi begitu saja.
Haruka diam-diam membenarkan pernyataan Akane. Ia sendiri pun tak menyukainya. Sementara Akane terus berceloteh, Haruka memikirkan perkataan Akane.
Haruka : (dalam hati) Takeru, siapa kau sebenarnya?
No comments:
Post a Comment