BABAK 31
Depan konbini. Menjelang siang.
Takeru bersandar pada tembok di seberang konbini, menunggu seseorang. Dihisapnya rokok lalu dihembuskannya sambil membentuk bulatan asap. Tampak dari luar, Haruka sedang berbicara di telepon. Ia berdiri tak jauh dari meja kasir. Langsung saja Takeru mendekati pintu masuk.
Haruka : Waaa!!!
Takeru : (mengangkat tangan kananya) Yo!
Haruka : (kesal) Kau...lagi-lagi. Tidak bisa ya kau muncul dengan cara yang biasa?!
Takeru : Maksudmu?
Haruka : Ya, muncullah dengan cara biasa, jangan mengagetkan orang seperti ini!
Takeru : Aku sudah lama berdiri di sini, jadi apa yang aneh? Bukankah itu cara yang biasa?
Haruka : (gemas) Aah, sudahlah! Aku sedang malas berdebat. Tunggu, kau bilang kau sudah lama berdiri di sini.
Takeru : Ya, aku menunggumu. Ada yang ingin kusampaikan.
Haruka : Kau... menungguku?
Seketika itu juga wajahnya memerah.
Takeru segera memberikan undangan pameran pada Haruka.
Haruka : Apa ini?
Takeru : Aku mengundangmu ke acara itu. Bukan pameran lukisanku, tapi salah satu lukisanku ada di pameran itu.
Haruka : A--aku tak bisa janji akan datang ya. Seperti yang kau tau, aku saaangat sibuk.
Takeru : Anggap saja ini sebagai ucapan terima kasihku karena kau sudah banyak membantuku tempo hari. Jadi, kuharap kau bisa datang.
Haruka : (menatap Takeru)
Takeru : Jaa.
Takeru berlalu meninggalkan Haruka yang tatapannya masih terpaku pada undangan itu.
Sementara itu, dari arah yang berlawanan, Akane berlari terburu-buru dengan membawa dompet. Tanpa sengaja, ia menabrak Takeru.
Akane : Maaf.
Takeru : . . .
Akane melanjutkan larinya sampai mendekati Haruka.
Akane : Haru-chan, maaf. Kau sudah menunggu lama ya?
Haruka : (menatap undangan itu lalu ke arah Takeru pergi) . . .
Akane : Kau lihat siapa? Seseorang yang kau kenal ada di sekitar sini?
Haruka menggeleng pelan dan tersenyum hambar. Dihirupnya napas sedalam mungkin lalu dihembuskan.
Haruka : KAU-LAMA-SEKALI-TAU!!
Akane : Maaf, ada sedikit urusan tadi.
Haruka : Haaah, apa boleh buat. Kau harus mentraktirku es krim.
Akane : Baik, baik. Hmm... Eh, itu apa?
Haruka : Apa? Oh, ini. Undangan pameran. Kau tidak akan suka.
Akane : Oh. Huh, membosankan.
Haruka : Ngomong-ngomong, kau bawa dompetnya kan?
Akane : (mengangkat dompet) Makanya, lain kali, jangan lupa bawa dompet. Dasar nenek-nenek.
Haruka : Apa katamu?!
Akane : Hahaha....
No comments:
Post a Comment