Suatu pagi. Rumah Takeru.
Takeru menghisap rokoknya di beranda.
. . .
(flashback)
Empat tahun yang lalu.
Sebuah rumah mewah yang tempo hari ia datangi.
Takeru berdiri berhadapan dengan Wataru Ogawa dan Mine Ogawa. Tak jauh dari situ, sang adik menatap nanar pada Takeru.
Wataru : (menunjuk televisi) Lihat! Lihat akibat perbuatanmu!!
Takeru : (mendengus)
Televisi itu menampilkan gambar Takeru sedang dibawa paksa oleh 2-3 orang polisi dengan wajah babak belur.
Wataru : Apa lagi yang kau perbuat sekarang, hah?! Apa kau masih belum puas mempermalukan Ayahmu?!!
Takeru : Hmpfh....PHUAHAHAHAHAHAHAHAHA........
Wataru : (heran)
Takeru : ........HAHAHAHAHAHAHAHA..........
Mine : (khawatir)
Wataru : Ada yang lucu, hah!
Takeru : .....HAHAHAHAHA....Ayah katamu? Siapa yang kau sebut sebagai ayah? HAHAHAHAHA.....
Wataru, Mine, dan adik Takeru hanya menatap Takeru dalam diamnya. Tak lama, Takeru menghentikan tawanya.
Takeru : (dingin) Kau bukan ayahku.
. . .
Masa kini.
Takeru menghisap rokoknya lebih dalam sampai ia terbatuk.
Takeru : (melempar rokoknya) Tsk!
Takeru meremas kepalanya.
. . .
(flashback)
Empat tahun yang lalu.
Takeru : Aku bukan anakmu, kau ingat?
Saat itu juga Mine menangis. Wataru memandang Takeru tajam. Sang adik hanya diam membisu.
Takeru melangkahkan kakinya ke luar rumah.
Wataru : Mau ke mana kau?!
Takeru : (terus melangkah) . . .
Mine : (menangis) Jangan pergi, kumohon. Wataru, kau harus menghentikan dia! Aku tak mau dia pergi.
Wataru : Biarkan saja. Aku yakin, besok dia akan kembali lagi.
Takeru sudah ada di ambang pintu. Ia terus melangkahkan kakinya. Sang adik menatap kepergian kakaknya dalam diam.
Sang adik : (menggumam) Tidak, dia tak akan pernah kembali lagi.
. . .
Masa kini.
Takeru menatap langit. Matanya basah. Segera ia usap air matanya.
Takeru : Kau harus kuat. Harus.
Tiba-tiba, ponselnya bergetar.
"Jangan merokok saja. Cek rekeningmu."
Takeru tersenyum miris. Ia menatap langit. Kosong.
Dan di sanalah ia ada, wajah marah Haruka Sasaki. Dan suaranya.
Haruka : (suara) Mau menculik anak ini? Hah! Langkahi dulu mayatku!!
Takeru : Cewek itu. Kenapa tiba-tiba aku teringat dia?
Takeru tampak berpikir sejenak. Sesaat kemudian, senyum pun terkembang di bibirnya.
Takeru tampak berpikir sejenak. Sesaat kemudian, senyum pun terkembang di bibirnya.
Lita,,,
ReplyDeleteitu yg harusnya bicara "Biarkan saja. Aku yakin, besok dia akan kembali lagi." itu wataru bknnya takeru bukan ya...?
hehehe..
Aku selalu menunggu kelanjutan dr karyamu iniii.. :)
Vee... makasih udah diingetin... kyny wkt aku ngetik ini lagi ga konsen ni, hmm...
ReplyDeleteanyway, thx ya vee... ^^