BABAK 14
Malamnya, ruang keluarga Haruka Sasaki.
Haruka baru saja masuk rumah saat melihat sahabatnya, Akane, hanya duduk menatap kosong layar televisi di depannya. Haruka ikut duduk di sebelahnya.
Haruka : Murid-muridmu mengacuhkanmu lagi, hmm?
Akane : (menggeleng) Bukan itu.
Haruka : Lantas?
Akane : Aku berhasil menemukannya, Haru.
Haruka : (terdiam sebentar) Akira-kun? Kau menemukannya?
Akane : Ya. Tanpa sengaja aku menemukannya di halaman belakang sekolah, dekat gudang penyimpanan alat-alat olahraga.
Haruka : Benar-benar berita bagus! Aku senang mendengarnya.
Akane : Ya, aku pun begitu. Tapi, kenapa ia bisa berubah menjadi seperti itu?
Haruka : Seperti itu, maksudmu?
Akane : Aku menemukannya sedang bersama teman-temannya yang merokok. Dia terlihat berantakan seperti tak terurus. Dan dia melihatku. Tatapannya itu membuatku takut.
Haruka : Bukankah itu hal wajar. Seseorang memang berubah kan?
Akane : Aku tahu, tapi aku tidak menyangka Akira akan berubah menjadi anak seperti itu.
Haruka : Aka-chan, andaikan Akira berteman dengan berandalan, bukan berarti dia menjadi berandalan juga. Kau juga tidak boleh berpikir setiap berandalan itu berperilaku buruk dan senang berbuat jahat. Dengar ya, sekarang ini bahkan orang baik pun bisa jadi orang jahat. Jadi, jangan melihat dari satu sisi saja.
Akane menatap Haruka takjub.
Akane : Haru, apa kau berniat beralih profesi?
Haruka : Hah?
Akane : Sepertinya kau lebih pantas jadi guru.
Haruka : Maaf saja, tapi aku sangat mencintai pekerjaanku sekarang. Selamanya.
Akane : (menggumam) Haru jadi guru ya....
. . .
(dalam imajinasi Akane)
Di dalam satu kelas, tampak Haruka mengajar tentang jurnalistik. Murid-murid yang diajarnya memperhatikan dengan serius. Sesekali ada murid yang bertanya dan Haruka bisa menjawabnya dengan sangat baik.
. . .
(waktu kini)
Akane : (melirik Haruka) Sepertinya tidak jelek juga, Hmpfh...
Haruka : Kenapa kau tertawa?
Akane : Nandemo nai.*
Haruka : Cepat beritahu aku, kalau tidak,...
Haruka mendekati Akane, bersiap untuk mengelitiknya.
Akane : Hei, hei, Haru-chan, kau tidak berpikir mau mengelitikku kan?
Haruka : (mendekat)
Akane : Ups! Sepertinya aku harus kabur secepatnya.
Haruka : Kau terlalu banyak memakai kata sepertinya. Pemborosan kata, kau tahu tidak?
Sejurus kemudian, Haruka sibuk mengejar Akane untuk mengelitiknya.
--------------------
* nandemo nai = bukan apa-apa
No comments:
Post a Comment