Monday, August 23, 2010

Bukan Adikmu

BABAK 18

Halaman depan Nakata Gakuen, saat pulang sekolah.
Akane sedang memeriksa tasnya, takut ada barangnya yang tertinggal. Tak jauh di depan, ia mendengar suara laki-laki dan perempuan sedang bercengkrama dan tertawa bersama.

Akane : (terkejut) Dia...

Anak laki-laki yang mirip dengan adiknya tampak tertawa bersama dengan 2 orang perempuan sambil merangkul keduanya mesra.

Akane : (menggumam) Tidak, tidak. Akane, dia bukan adikmu. BUKAN adikmu.
. . .
Akane : (menggumam) Lihat saja dia. Di telinga kanannnya ada dua tindikan, bajunya jauh dari kata rapi, rambutnya agak berantakan seperti tak terawat. Bagaimana mungkin dia itu adikmu?

Kali ini salah satu perempuan di sebelah kanan anak laki-laki itu berusaha mendekat lalu membisikkan sesuatu. Akane menepuk-nepuk kedua pipinya.

Akane : Sadarlah, Akane, dia bukan adikmu.

Akane menghirup napas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Ia kembali melangkahkan kakinya.

. . .

Gerbang sekolah.
Sebelum membelok, Akira sempat menatap Akane lama.

Perempuan 1 : Ada apa, Akira-kun?

Perempuan yang tadi ada di sebelah kanan Akira menghampirinya dan ikut melihat arah pandang Akira.

Perempuan 1: Kau melihat apa?
Akira : Tidak, bukan apa-apa. Yuk!

Akira memeluk bahu perempuan itu lalu membawanya pergi.

No comments:

Post a Comment