BABAK 15
Malam yang sama, beranda kamar.
Takeru menatap buku tabungan sambil menghembuskan asap rokoknya.
Takeru : Satu, dua, tiga,... Wah, dia mengirim terlalu banyak. Apa kukembalikan saja ya?
. . .
Takeru : Tidak, tidak. Siapa tahu ini memang bagianku?
. . .
Takeru : Uang sebanyak ini bagaimana cara menghabiskannya ya?
. . .
Takeru : Yang jelas, aku tidak ingin menghabiskannya dengan minum sake. Mmm...
. . .
Takeru memutar-mutar puntung rokok di tangannya. Tanpa sengaja, puntung rokok itu terjatuh dan mengenai kaki kanannya.
Takeru : Argh!! Sial!!
Takeru mengusap dan meniupi kaki kanannya. Diambilnya rokok yang terjatuh lalu menatapnya. Tiba-tiba terlintas sebuah ide. Takeru mencium rokok itu.
Takeru : (tersenyum) Memang kau ini rokok 'sial'!! Hahaha...
No comments:
Post a Comment