Thursday, December 31, 2009

Boleh Aku Duduk di Sini?

BABAK 5

Hari dan waktu yang sama.
Lapangan bola.

Pururu : (menghilang)
Makoto : (berjalan ke arah Nanami)
Nanami : Dia ke sini! Aduuh, bagaimana ini? (melihat ke samping namun tak mendapati Pururu di sana) Aaah, saat dibutuhkan, dia malah pergi.
Makoto : (tersenyum) Ini punyamu?
Nanami : (pikiran kosong) . . .
Makoto : (ragu-ragu) Apa kertas ini punyamu?
Nanami : A-- Ah! Iya, kucari-cari dari tadi. Untung kau menemukannya. Terima kasih banyak.
Makoto : Sama-sama. Lain kali hati-hati ya. Akhir-akhir ini angin berhembus sangat kencang.
Nanami : Ya, kau benar.
Makoto : Boleh aku duduk di sini?
Nanami : Un.

Semilir angin berhembus pelan.

Makoto : (menarik napas lalu menghembuskannya) Haaah...sejuknya!
Nanami : . . .
Makoto : Sudah lama ya kita tidak duduk-duduk seperti ini, bercengkrama sambil melihat matahari terbenam.
Nanami : Ya, sudah lamaa sekali.
Makoto : Sejak kapan ya kira-kira?
Nanami : Mmm... SMP?
Makoto : Kelas tiga.
Nanami & Makoto : (tersenyum)
. . .
Makoto : (melirik kertas Nanami) Itu untuk siapa?
Nanami : Bukan untuk siapa-siapa.
Makoto : (ragu-ragu) Boleh untukku?

Saat itu juga, Nanami merasa waktu berhenti. 
Alangkah lebih baik jika waktu terus berhenti seperti ini.
Tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka.

Makoto : Yume?
Yume : (terengah-engah) Ternyata...ada...di sini... Aku mencarimu...sejak tadi...
Yume : (melihat Nanami) Ah! Selamat siang. Aku Yume Katou.
Nanami : Selamat siang. Aku Nanami Uemura. Senang berkenalan denganmu.
Yume : Senang berkenalan denganmu. (teringat sesuatu) Ah! Hampir saja aku lupa! Kanagawa-sensei menyuruhmu datang ke kantor guru. Sekarang.
Makoto : Ada apa Kanagawa-sensei mencariku?
Yume : (menarik Makoto) Sudahlah, ayo! Maaf ya, Nana-chan.
Nanami : Ya, tidak apa-apa.

Setelah Makoto dan Yume pergi,

Nanami : Haaahh...hampir saja.

No comments:

Post a Comment