Tuesday, January 19, 2010

Aku Ingin Mengajakmu Menonton Film

BABAK 15

Depan rumah Yume.
Setelah selesai belajar bersama, malam hari.

Yume : Terima kasih ya, sudah datang. Mengenai latihannya, maaf.
Naoko : Sudahlah, tidak apa-apa. Masih ada hari esok kan?
Irumi : Terlalu santai juga tidak baik.
Naoko : (menggaruk-garuk kepala) Hehehe...
Yume : Dasar Nao.
Irumi : (menatap Yume)
Yume : Ada apa, Rumi? Ada yang aneh dengan wajahku?
Irumi : Yume.. Kalau mengenai Makoto, sikapmu jadi lembut. Tidak seperti Yume yang grasak-grusuk, tapi Yume yang tenang. Yume yang... benar-benar cewek. Bukan begitu, Nao?
Naoko : Benar sekali. Haah, aku juga ingin seperti itu. Aku ingin cepat-cepat jatuh cinta dan punya pacar.
Irumi : Ya ya, semoga keinginanmu itu dikabulkan. Aku jadi penasaran, cowok seperti apa ya yang jatuh hati pada Nao?
Naoko : Cowok baik yang menerimaku apa adanya. Ah, dan setia, tentunya. Aku akan membuktikannya padamu!
Irumi : Ya ya ya...
Naoko : Jawab 'ya'-nya cukup sekali saja, seolah-olah kau meremehkanku. Lihat saja, nanti akan aku buktikan!
Irumi : Terserah, lakukan semaumu.
Yume : Hahahaha... Sudah, sudah. Kapan kalian pulang kalau bertengkar terus? Ini sudah malam, nanti orangtua kalian khawatir.
Naoko : Benar juga. Bisa-bisa nanti aku dimarahi ayahku karena pulang terlambat!
Irumi : Kalau begitu, kami pulang dulu ya. Jaa ne.
Naoko : Bye bye!
Yume : (melambaikan tangan) Hati-hati di jalan!

Yume menunggu Irumi dan Naoko pergi.
Setelah itu, ia masuk rumah dan mendapati handphone-nya berkedip-kedip.

Yume : (melihat layar handphone) Makoto? Moshi-moshi.
Makoto : Yume?
Yume : Iya, ini aku. Ada apa?
Makoto : Maaf kalau aku mengganggumu. Aku tau tidak sopan menelpon malam-malam, tapi aku ingin meminta maaf atas kejadian tempo hari.
Yume : Oh, tidak apa-apa kok. Tenang saja.
Makoto : Terima kasih. Aah, leganya...
Yume : Mmm... Waktu itu, siapa yang kau lihat? Teman lamamu?
Makoto : (diam sejenak) Dibilang teman juga bukan teman. Tapi kami memang "berteman".
Yume : (mengernyit) . . .
Makoto : Aku pasti membuatmu bingung, tapi memang begitulah kenyataannya.
Yume : Aku benar-benar tidak mengerti.
Makoto : Yah, tidak bisa kujelaskan sekarang. Mungkin suatu saat bila waktunya sudah tepat.
Yume : Aku akan menanti saat itu tiba.
Makoto : Itu terserah padamu. Ingatkan aku kalau-kalau nanti aku lupa.
Yume : Pasti.
Makoto : Oh ya, untuk mengganti yang kemarin, aku ingin mengajakmu menonton film, bagaimana? Bersediakah Anda untuk menemani pemuda tampan ini?
Yume : Phuf! Pemuda tampan? Pemuda tampan yang mana ya?
Makoto : Hahaha... Jadi, jawabannya?
Yume : Oke!
Makoto : Jawaban yang bagus.
Yume : (tersenyum)

No comments:

Post a Comment