BABAK 10
Hari yang sama.
Mesin ATM di sebuah department store, menjelang siang hari.
Takeru mengecek nominal yang tertera di layar.
. . .
(flashback)
Pagi di hari yang sama.
Takeru melihat mail yang baru saja masuk di ponselnya.
"Take and give, as our promise."
. . .
(waktu kini)
Takeru menatap datar layar mesin ATM tersebut.
Takeru : (mengetuk pelan layar mesin ATM) As our promise.
Setelah selesai mengecek, Takeru segera mengambil kartu ATM lalu mengecupnya.
Takeru : (tersenyum) I'll be having party tonight.
. . .
(flashback)
Dua hari yang lalu.
Jalanan yang sangat sepi dan jarang dilalui orang banyak, menjelang sore hari.
Takeru membetulkan letak kacamata hitamnya saat mendengar suara langkah kaki seseorang mendekat.
BUGH!!
KREK!
Takeru memukul seorang lelaki paruh baya di bagian pipinya. Ia yakin rahang lelaki itu bergeser disusul darah segar yang ikut mengalir dari mulut dan hidungnya.
Lelaki : (meringis) AARGGHH!!!!
BUGH!!
Sekali lagi Takeru melayangkan tinjunya. Kali ini targetnya adalah pipi kiri lelaki itu.
Lelaki : AARRRGGGHH!! Ka--kau! Apa-apaan--
BUGH!!
Kali ini perut lelaki itu.
Lelaki itu sempat tumbang, namun sepertinya ia masih sanggup berdiri.
Takeru : Belum cukup juga, heh?!
Mata Takeru berkeliling, mencari benda yang kira-kira mampu melumpuhkan lelaki itu. Tampak tak jauh darinya, ia melihat sebuah batang kayu besar. Takeru mengambilnya dan...
Takeru : Rasakan ini! Rasakan ini!!
BUGH!! BUGH!! BUGH!!
. . .
(waktu kini)
Takeru mendorong pintu ATM lalu keluar.
Takeru : Semoga laki-laki itu baik-baik saja.
. . .
(flashback)
Dua hari yang lalu, setelah insiden pemukulan.
Ruang pribadi Takeru.
Gelap. Hanya ada satu penerangan yang menyoroti sebuah kanvas besar berlukiskan warna merah hampir menutupi sudut kiri atas.
Takeru : Satu lagi kubawakan oleh-oleh untukmu, kanvasku sayang.
Takeru membuka jaket lalu memegangnya di tangan kanan. Kemudian ia membuka baju lalu memegangnya di tangan kiri. Ia torehkan bercak merah yang melekat di keduanya pada sudut kanan atas kanvas besar itu.
Takeru : (tersenyum sinis) Mimpi indah untukmu, sayang.
. . .
No comments:
Post a Comment