Menjelang siang. Rumah Haruka.
Haruka : Aku pulang. Sepi sekali. Bukankah Akane ada di rumah? Akane... Akane, di mana kau?
Haruka mencari ke pelosok rumah, namun tak ada Akane di mana pun.
Haruka : (mengangkat bahu)
Haruka membuka kulkas lalu menenggak botol minumannya sampai setengah. Tiba-tiba ia mendengar suara dari kamar Akane.
Haruka : Suara itu... Akane, kau di rumah ternyata.
Haruka melangkahkan kakinya menuju lantai atas, tepatnya kamar Akane. Di sana, tampak Akane duduk memeluk lutut di atas tempat tidur dengan tatapan kosong.
Haruka : (kaget) Akane, kau kenapa?
Akane : . . .
Haruka : (mengguncang2 tubuh Akane) Akane, jawab aku, kau kenapa?!
Akane : (diam sejenak) Paman Ryou. Tadi aku bertemu dengan Paman Ryou.
Haruka : Paman...Ryou?
***
(flashback)
Beberapa jam yang lalu. Rumah Ryou Miyazawa.
Akane dan Ryou duduk berhadapan di ruang tamu.
Ryou : Kau benar-benar Akane kan? Akane Miyazawa?
Ryou : Kau benar-benar Akane kan? Akane Miyazawa?
Akane : Un. Paman, apa kabar?
Ryou segera duduk di sebelah Akane dan memeluknya.
Ryou : Ternyata kau benar-benar Akane. Sudah sejak lama aku ingin memelukmu seperti ini, kau tau?
Akane : (tersenyum) Aku juga tak menyangka akan bertemu paman di sini.
Ryou : Oh ya, kau sejak kapan ada di sini? Bukankah kau tinggal di Sapporo bersama ayahmu?
Akane : Kira-kira beberapa minggu yang lalu. Aku menjadi guru di sini, paman.
Ryou : Menjadi guru? Itu cita-citamu sejak dulu, bukan? Kuucapkan selamat.
Akane : Terima kasih. Ng... Paman tinggal sendiri di sini?
Ryou : Tidak. Aku di sini bersama bibimu yang cerewet itu...
Akane : (tertawa kecil)
Ryou : ...dan adikmu.
Seketika itu juga, senyuman Akane lenyap.
Akane : Ap--- maksud paman?
Ryou : Adikmu, Akira, juga tinggal di sini.
Akane : A--kira tinggal di--sini? Bagaimana bisa? Ibu...bagaimana dengan ibu? Ibu baik-baik saja kan?
Ryou : (menerawang) Banyak sekali hal yang terjadi, Akane.
Akane : Apa yang terjadi, paman? Tolong ceritakan padaku.
Ryou : (khawatir) Sepertinya kondisimu sedang tidak memungkinkan. Jadi, lebih baik kita bicarakan ini lain waktu saat kondisimu sudah membaik.
Akane : (tergugu)
***
(waktu kini)
Kamar Akane.
Haruka : Akira ada di sini?
Akane : Ya, di sini, di Tokyo.
Haruka : Bukankah itu berita bagus untukmu?
Akane : Bagiku, itu mimpi buruk. Aku tak tahu lagi harus bagaimana.
Haruka : Temui dia. Itu salah satu tujuanmu ke sini kan?
Akane : Tidak bisa, Haru. Aku--belum siap. Lebih baik aku tak jadi ke Tokyo saja.
Haruka : Percuma menyesali apa yang sudah terjadi. Mungkin sekarang ini kau belum siap, tapi nanti waktu akan mempertemukan kalian.
Akane : Aku tak mau saat itu tiba.
Haruka : Ya sudah, daripada mengurung diri seperti ini, lebih baik kau ikut aku saja.
Akane : Tidak, terima kasih. Meliput berita denganmu tak ada bedanya dengan pergi seorang diri.
Haruka : Kali ini beda. Aku mau mengajakmu ke tempat yang kau sukai. Bagaimana?
Akane : . . .
No comments:
Post a Comment