Beberapa hari kemudian.
Koridor kelas 2. Pagi hari.
Akane berjalan menyusuri koridor kelas 2. Tiba-tiba matanya menangkap sosok seseorang di depannya.
Akane : (dalam hati) Akira.
Akane terus menatapnya. Seketika itu juga, sebuah kerinduan muncul. Ia sangat ingin memeluk sosok yang berjalan di depannya ini.
Akane : (menggumam pelan) Akira.
Sadar dirinya dipanggil, Akira menatap balik perempuan di depannya. Keduanya saling melihat. Lama. Mata mereka berbicara antara kerinduan dan perasaan asing.
Pertahanan Akane hancur. Ia membuang muka dan kembali meneruskan langkahnya. Sedangkan Akira berbalik menatap punggung Akane sampai tak terlihat lagi.
* * *
Hari berikutnya.
Saat pulang sekolah. Sore hari.
Akane setengah berlari menuju pintu gerbang. Saking terburu-burunya, ia sampai tak melihat orang yang berjalan di depannya.
BRUK!
Akane : (membungkuk) Ah! Maafkan aku. Maaf–
Akane : (dalam hati) Akira.
Akira : Oh, tak apa.
Akira menatap Akane seolah ingin menanyakan sesuatu. Akane mengalihkan pandangannya lalu pergi.
***
Hal itu berlaku sampai beberapa hari ke depan, bahkan sampai hari ini. Akane berjalan menuju perpustakaan dengan diiringi tatapan Akira. Akane terpaksa berpura-pura menutup matanya dengan buku seolah melindungi mata dari sinar matahari. Ia pun mempercepat langkahnya.
No comments:
Post a Comment