Wednesday, January 05, 2011

Apa Tujuanmu?

BABAK 25 

TK Himawari. 08.30 pagi.
Haruka berjalan lesu menuju kelas Matahari.

Haruka : (menggumam) Sepertinya tadi aku sangat keterlaluan pada Akane.
. . .
Haruka : Saat pulang nanti, aku akan memberikan es krim cokelat kesukaannya dan meminta maaf atas sikap acuhku tadi pagi. Ya, ide yang saaangat bagus!

Haruka tiba di kelas matahari. Tak ada siapapun di sana.

Haruka : Baru aku saja yang datang? Ckckck…

Haruka memperhatikan seisi ruangan. Ada 20 meja dan kursi kecil masih tertata rapi di sana. Haruka membuka pintu kaca agar cahaya matahari pagi dapat masuk. Ia hirup udara sedalam-dalamnya lalu ia hembuskan perlahan.

Haruka : Yosh! Ayo, mulai bekerja!!

Haruka mengambil kursi2 kecil satu per satu lalu ditumpuk lima-lima dan diletakkan di pinggir ruangan. Setelah itu, ia mengumpulkan mejanya. Saat ia menumpuk dua meja terakhir, datang seseorang.

Takeru : Semua ini mau diletakkan di mana?
Haruka : (tersentak kaget) Ternyata kau. Muncul tiba-tiba seperti itu, membuatku kaget saja.
Takeru : Jadi, ini diletakkan di mana?
Haruka : Kelas sakura.

Takeru keluar membawa tumpukan kursi dan meja ke ruang kelas sakura.

Haruka : Orang macam apa dia? Bahkan ucapan selamat pagi pun tak keluar dari mulutnya.
Takeru : Ada lagi yang perlu dipindahkan?
Haruka : (kaget) Waa!! Bisa tidak sih kau muncul secara normal?!!
Takeru : . . .
Haruka : Lebih baik sekarang kita menghias kelas ini. Jadi, kau mau memakai konsep apa?
Takeru : (menatap bingung)
Haruka : Meskipun ini bukan acara formal, tetap saja butuh konsep kan? Jadi...?
Takeru : Menurutmu bagaimana bagusnya?
Haruka : (dalam hati) Kenapa malah balik bertanya?
Takeru menatap Haruka, menunggu jawaban darinya.

Haruka : (menghela napas) Tolong kau tiup balon-balon di kardus itu. Kau ikat lima-lima lalu kau tempel di tengah langit-langit atas.
Takeru : Roger.
Haruka : (menghela napas berat)
Takeru : Maaf ya, kau harus membantuku seperti ini.
Haruka : (menggumam pelan) Terpaksa.
Takeru : Apa?
Haruka : (senyum terpaksa) O--Ooh tidak. Tak apa, senang bisa membantu.

Mereka mengerjakan masing-masing pekerjaannya dalam diam. Sampai Haruka menanyakan hal yang membuatnya penasaran sejak lama.

Haruka : Apa tujuanmu mengadakan pesta kecil ini?
Takeru : . . .
Haruka : (wajah serius) Apa tujuanmu?
. . .
Takeru : Hmpf! Hahaha....
Haruka : Kenapa kau malah tertawa, heh?
Takeru : Wajahmu itu, coba kau lihat wajahmu. Sangat lucu. Hahahaha...

Haruka hanya menatap Takeru datar.

Haruka : Kau laki-laki teraneh yang pernah kutemui.
Takeru : Kuanggap itu sebagai pujian.

Keduanya kembali melanjutkan kegiatan masing-masing.
  

No comments:

Post a Comment