BABAK 26
Waktu yang sama.
Karena hari ini tidak mengajar, Akane menyempatkan diri untuk berjalan-jalan di sekitar rumah Haruka. Ia menghirup udara sebanyak-banyaknya dan sebisa mungkin menikmati pemandangan di sekelilingnya.
Akane : Haah... betapa beruntungnya aku dapat melihat pemandangan indah di kota besar seperti ini.
Akane terus berjalan sampai menjauhi rumah Haruka. Begitu sadar, ia sudah berada di tempat yang tak diketahuinya.
Akane : Di mana ini?
Ia melihat sekeliling. Tempat ini benar-benar asing baginya.
Akane : Aduuh...bagaimana ini. Ah! Ponsel! Lho? Arrgh...aku lupa, ponselku masih ada di tas! Akane bodoh, bodoh! Ugh...
Akane melihat sekelilingnya, mencari seseorang. Namun, tak ada siapa pun di sana.
Akane : Siapa pun, tolonglah aku...
Tiba-tiba,
Suara berat : Maaf, ada yang bisa saya bantu?
Akane : (dalam hati) Akhirnya....
Akane : (berbalik ke belakang) Begini, Pak, saya mau tanya. Ini daerah ma-- Paman?
Suara berat : (kaget) Akane?
Suara berat yang terdengar di belakang Akane tak lain adalah Ryou Miyazawa.
No comments:
Post a Comment