BABAK 41
Waktu yang sama.
Ruang keluarga, rumah Nanami.
Tumpukan kardus meninggi di setiap sudut ruangan yang kini kosong dan lengang.
Nanami : Kau yakin dengan semua ini?
Remi : (melirik Nanami) Harusnya itu pertanyaanku. Apakah kau yakin?
Nanami : . . . Ya, sangat yakin.
(hening)
Remi : Baiklah. Kalau begitu, sudah diputuskan.
Remi menatap Nanami sebentar lalu beranjak ke dapur. Sementara Nanami menatap jam dinding, menunggu saatnya tiba.
No comments:
Post a Comment