BABAK 47
Waktu yang sama.
Di bawah pohon rindang, Koi Park.
Makoto berhasil menghentikan Yume.
Makoto : Yume! Apa-apaan kau tiba-tiba pergi begitu saja!
Yume : Tolong jawab pertanyaanku.
Angin berhembus. Makoto masih memegang tangan Yume.
Makoto : Apa maksudmu?
Yume : Tolong jelaskan hubunganmu dengan Nanami.
Makoto : Aku---
Yume : Sekarang juga!!
Makoto : (melepaskan tangan Yume) . . .
Yume : Atau haruskah aku percaya dengan apa yang mereka katakan?
Makoto : (bingung)
. . .
(flashback)
Beberapa hari yang lalu. Ureshii Cafe.
Kanae : Kurasa sejak saat itu, ada yang aneh menimpa diri Uemura.
Yume : Sesuatu yang aneh? Maksudmu?
Kanae : Aku juga tak begitu mengerti, tapi sejak berteman dengan Hayashibara, Uemura seperti mendapatkan kemalangan beruntun. Dia sering dikerjai anak-anak lain. Uangnya pun sering diambil paksa dan biasanya berakhir dengan lebam di pipi atau tangannya. Tidak ada yang membelanya saat itu karena Uemura memang seorang penyendiri.
. . .
(flashback)
Beberapa hari yang lalu. Ureshii Cafe.
Yume : Bagaimana dengan Makoto sendiri? Apa dia tak apa-apa selalu berada di dekat Uemura? Apakah dia juga ikut dikerjai?
Kanae : Tidak, Hayashibara baik-baik saja. Tidak ada seorangpun yang mengerjai dirinya. Ah! Ada hal aneh lain lagi yang kuingat.
Yume : Apa?
Kanae : Semakin akrab dengan Hayashibara, musibah yang dialami Uemura semakin parah. Pernah suatu hari, Uemura datang ke sekolah dengan dengan luka memar hampir di sekujur tubuhnya. Sepanjang hari itu, ia tidak bicara pada siapapun, termasuk Makoto.
. . .
(flashback)
Beberapa menit yang lalu.
Ruang televisi di rumah Nanami.
Remi : Sampai saat itu tiba.
Yume : Saat itu?
Remi : (menerawang jauh) Ya, saat di mana keadaan Nanami sangat aneh. Setelah pulang sekolah, ia langsung masuk kamarnya. Ia keluar hanya 1-2 kali, itupun hanya untuk minum. Selebihnya ia terus mengurung diri di kamar. Kejadian itu berlangsung kira-kira satu minggu lebih.
. . .
Remi : Pandangan matanya kosong. Tubuhnya mengurus. Mulutnya tak lagi mengucapkan kata. Pernah sekali waktu aku bertanya, "Kau bertengkar dengan Makoto?" dan dijawabnya dengan dingin, "Jangan pernah menyebut namanya lagi di depanku."
Yume : (kaget) Apa yang terjadi?
Remi : Aku pun tak tau. Dia tidak pernah mengungkit hal itu.
Yume : Aneh.
Remi : Aku pun berpikir begitu. Jadi, aku hanya bisa menyimpulkan, alasan Nanami bersikap seperti itu pasti ada hubungannya dengan Makoto.
. . .
Koi Park.
Mendengar penuturan Yume, tatapan Makoto mendingin.
Yume : Jadi, apa penjelasanmu?
Makoto : (tertawa hambar) Ya, seperti yang kau dengar, itulah aku.
No comments:
Post a Comment