BABAK 42
Hari yang sama.
Kamar Makoto.
Makoto meletakkan nampan berisi minuman dan kue kecil.
Makoto : Silakan.
Yume : Terima kasih. Maaf ya aku merepotkanmu pagi-pagi begini.
Makoto : Tak apa. Tapi, apa yang membawamu ke sini? Sepertinya serius sekali.
Yume : (ragu)
Makoto : Ceritakan saja apa yang mau kau ceritakan.
Yume : Sebenarnya aku hanya ingin bertanya.
Makoto : Tanya apa?
Yume : Aku ingin tau tentang kau dan Nanami Uemura.
Makoto terdiam. Lama ia terdiam sampai akhirnya ia menjawab.
Makoto : Aku pun tidak tau bagaimana hubunganku dengannya. Aku hanya bisa bilang, dia "teman"-ku.
Yume : (kening mengerut) Caramu menyebutnya sebagai teman terdengar aneh.
Makoto : (tersenyum kecut) Karena memang begitulah kenyataannya.
Yume : . . .
Makoto : Suatu saat, aku pasti akan memberitahumu. Tapi sebelum itu, aku butuh bantuanmu.
Yume : Butuh...bantuanku?
No comments:
Post a Comment