Wednesday, May 26, 2010

Flashback

BABAK 52

(flashback)
Tiga tahun yang lalu.
Menjelang kelulusan kelas tiga, sore hari.
Diam-diam Makoto mengikuti Nanami yang baru saja pulang sekolah.

Nanami : (berhenti) Untuk apa kau mengikutiku?

Makoto keluar dari tempat persembunyiannya.

Makoto : Ketahuan ya.
Nanami : (berbalik) Kau lagi.
Makoto : Sepertinya kau tidak suka melihat wajahku.
Nanami : (menghela napas berat) Berhentilah mengikutiku.

Tiba-tiba Makoto menyodorkan tangannya seperti orang yang ingin berkenalan.

Nanami : (bingung)
Makoto : Makoto Hayashibara. Mulai saat ini, aku menjadi penghuni baru di kelas 2. Salam kenal, Nana-chan.

. . .

(flashback)
Hari demi hari begitu cepat berlalu.
Saat itu, Nanami dan Makoto sudah menjadi murid kelas 3 dan akhirnya berteman.

Nanami : Dua minggu lagi, kita akan ujian. Aku benci ujian.
Makoto : Hei, jangan murung begitu. Ah, aku ada ide. Bagaimana kalau kita belajar bersama? Biar begini, aku termasuk murid berotak pintar lho.
Nanami : Benarkah? Aku tak percaya.
Makoto : Sial. Oke, akan kubuktikan.

Makoto mengacak-acak rambut Nanami.

. . .

(flashback)
Suatu hari, saat istirahat siang.
Insiden itu pun terjadi.
Nanami yang sedang berlari di koridor, ada yang menghadang kakinya dan membuatnya terjatuh dengan keras.

Nanami : (memegang dagu) Aww! Sssh...

Dilanjutkan saat Nanami sedang membuang sampah kelas. Tiba-tiba banyak sampah berjatuhan dari lantai atas. Seragam Nanami kotor seketika.

Nanami : Hei! Kalau berani, keluar! Lawan aku sekarang juga!!

Pertanyaan Nanami hanya dijawab dengan tertawaan saja. Tangan Nanami mengepal.

Nanami : (teriak) Aku tidak takut pada kalian!!

. . .

(flashback)
Semakin hari, Nanami semakin parah.
Sekujur tubuhnya dipenuhi lebam. Bibirnya pecah dan penuh luka.
Saat suatu pagi Nanami tiba di sekolah, Makoto segera menghampirinya.

Makoto : (khawatir) Kau kenapa, Nana-chan? Apa yang terjadi padamu?
Nanami : Hai. Oh, ini maksudmu? Tak apa, aku hanya terjatuh.
Makoto : Ayo, kuantar kau ke kelas.

. . .

(flashback)
Suatu sore, Nanami mendatangi kelas Makoto. Terdengar suara tertawaan dari dalam sana.

Makoto dkk : (tertawa terbahak-bahak)
Teman Makoto 1 [TM 1] : Oya, berbicara soal gadis, bagaimana dengan gadismu itu, Makoto? Apakah dia masih bertahan?
Makoto : Siapa maksudmu? Gadisku terlalu banyak, sampai aku bingung gadis mana yang kau maksud.
TM : (semua tertawa) Hahahaha...
TM 2 : Dasar kau ini. Tentu saja Nanami Uemura.

Saat itu juga, langkah Nanami terhenti di mulut pintu. Nanami bersandar di dinding dan mendengarkan semuanya.

Makoto : Nana-chan?
TM 3 : Wow! Sekarang sudah punya panggilan kesayangan untuk si dia. Hahahaha....
TM : Hahahaha.....
TM 2 : Bagaimana? Apakah tujuanmu sudah tercapai?
Makoto : Sebenarnya sudah, tapi belum cukup bagiku.
TM 1 : Memang kau ingin menyakitinya sampai kapan? Sampai lulus?

Di luar, Nanami merasa kaget luar biasa. Air matanya mulai menggenang.

Makoto : (serius) Sampai dia menangis. Sampai senyum di wajahnya hilang. Sampai hatinya sakit sesakit-sakitnya. Kalian pikir, untuk apa aku mengulang satu tahunku di sekolah ini?

Tanpa sengaja, Nanami jatuh tersandung kakinya sendiri.

Nanami : Aduh!

Nanami segera menutup mulutnya dan berlari. Makoto tersenyum sinis, tahu siapa di balik pintu itu.
  

No comments:

Post a Comment