Saturday, May 08, 2010

Kau Makoto Kan?

BABAK 43

Hari sudah agak siang.
Rumah Nanami.
Remi sedang menonton televisi di ruang keluarga. Sedangkan Nanami baru saja selesai menjemur pakaian. Saat ia mau duduk, terdengar ada yang mengetuk pintu.

Nanami : Biar aku saja.
Nanami : (dalam hati) Lagi-lagi mereka.

Nanami segera beranjak untuk membuka pintu.
Seketika matanya membesar dan berkilat marah.

Makoto : (tersenyum) Yo.
Yume : (membungkuk) Selamat siang.
Nanami : (mata melirik tajam ke arah Makoto) Berani sekali kau menguntitku.
Makoto : Aku tidak menguntitmu. Aku mengikutimu.
Nanami : (mengepalkan tangan, geram)

Tiba-tiba Remi keluar dari dalam.

Remi : Siapa yang datang, Nana-chan? Ah, kalian pasti teman-teman Nana. Ayo, silakan masuk. Bagaimana kau ini? Teman-temanmu malah dibiarkan berdiri di sini. Ayo, silakan.
Yume : Maaf mengganggu.
Remi : Tidak apa-apa. Masuklah. Anggap saja rumah sendiri. Maaf ya, rumahnya berantakan.

Makoto berjalan masuk dan kaget melihat banyak tumpukan kardus di setiap sudut ruangan.

Makoto : Maaf, bibi mau pindahan ya?
Remi : Ya, rencananya kami mau pindah besok lusa. Ada beberapa masalah di sini.
Remi : (menelisik Makoto) Sepertinya aku pernah melihatmu. Kalau tidak salah, kau Makoto kan?
Makoto : (tersenyum) Ternyata bibi masih mengingat saya. Bibi apa kabar?
Yume : (terperangah)
Remi : (tertawa hambar) Kabarnya ya seperti ini. Nana-chan, kenapa kau hanya berdiri saja? Ayo, masuk.
Nanami : Aku... pergi membeli minuman dulu.
Makoto : Aku ikut.

Seketika suasana menjadi hening. Dengan enggan, Nanami melangkah keluar diikuti Makoto.
Yume hanya menatap kepergian mereka.

No comments:

Post a Comment