BABAK 24
Hari berikutnya.
Di dekat majalah dinding sekolah tampak berkerumun banyak orang.
Istirahat siang.
Murid 1 : Kira-kira siapa ya wanita itu?
Murid 2 : Entahlah, aku tidak mengenalnya.
Murid 3 : Tapi, kenapa dia bersama laki-laki? Masuk ke hotel pula.
Murid 2 : (menepuk kepala murid 3) Dasar bodoh. Laki-laki dan perempuan masuk ke hotel tentu saja mau melakukan 'itu'.
Murid 3 : (bingung)
Murid 4 : Kenapa menempel foto orang yang tidak dikenal? Aku yakin semua murid di sekolah ini tidak ada yang tau siapa wanita itu.
Suasana menjadi riuh.
Sementara tak jauh dari tempat itu, Nanami sedang berjalan sambil merenung.
Nanami : (suara dalam hati) Mati ya? Hmm... Bagaimana rasanya mati?
Tiba-tiba, Nanami dikejutkan dengan suara riuh dari arah majalah dinding sekolah.
Begitu sampai di sana,...
Nanami : (mata membulat) Apa-- Apa-apaan ini?
Murid-murid : (menoleh)
Kemudian Nanami segera mencabut foto-foto itu dengan membabi buta.
Nanami : (teriak) Siapa yang melakukan semua ini?! Katakan padaku, siapa yang melakukannya?!!
Saking marahnya, Nanami menunjuk satu per satu murid dengan membabi buta.
Nanami : Kau yang melakukan ini?!
Murid 5 : (menggeleng ketakutan)
Nanami : Kau yang melakukan ini?! Jawab!!
Murid 6 : (gemetar ketakutan) Bu-- bukan aku.
Nanami : Atau kau?!
Murid 7 : Bu-- bukan.
Nanami : Kalau bukan kau, lalu siapa?!
Tiba-tiba Nanami terdiam.
Di otaknya hanya ada satu nama,
Nanami : (suara dalam hati) Dia.
No comments:
Post a Comment