BABAK 29
Sore hari.
Depan rumah Nanami.
Ibu-ibu tetap misuh-misuh meskipun Nanami berjalan di depan mereka.
Begitu Nanami sampai di depan pintu, ia diam sebentar, menghela napas panjang, lalu masuk rumah.
. . .
Waktu yang sama.
Di dalam rumah Nanami.
Nanami : Aku pulang.
Remi : Tumben kau mengucapkan aku pulang. Apakah ada kejadian yang menyenangkan?
Nanami : (mengernyit) Memangnya aneh kalau aku mengucapkan aku pulang?
Remi : Tidak, tidak. Bukan itu maksudku.
Nanami : Lalu?
Remi : (tersenyum) Sudahlah, lupakan. Selamat datang, Nana-chan.
Nanami : Hm.
Remi kembali menonton di ruang keluarga, sedangkan Nanami mulai mencuci piring. Beberapa saat kemudian,
Nanami : Remi-san, bisakah kau membantuku?
Remi : (kepalanya muncul dari ruang TV) Ya?
Nanami : Bantu aku mengelap piring-piring ini.
Remi : (melihat tumpukan piring) Dengan satu syarat.
Nanami : Apa?
Remi : Panggil aku ibu.
Nanami : (gerakan tangannya terhenti) . . .
Remi : Aku mohon, sekali saja.
Nanami menghela napas kemudian melanjutkan mencuci piring. Melihat reaksi Nanami, Remi segera beranjak ke dapur untuk membantunya.
Remi : Aku hanya bercanda. Sini kubantu. (mulai mengelap piring)
Nanami : . . .
Nanami dan Remi mengerjakan pekerjaannya masing-masing dalam diam. Yang terdengar hanya suara gemercik air yang mengalir, sampai satu kalimat keluar dari mulut Nanami,
Nanami : Remi-san, aku mau kita pindah.
No comments:
Post a Comment