BABAK 55
Keesokan harinya.
Lapangan kosong, siang hari.
Tampak Makoto berdiri bersandar pada tiang listrik. Tiba-tiba bahunya ditepuk seseorang. Takeru Yuuji.
Takeru : Lama menunggu?
Makoto : Tidak juga. Apa kabar, Yuuji-san?
Takeru : (merentangkan tangannya) Seperti yang kau lihat, aku sangat baik. Ah, satu hal lagi, panggil aku Takeru. Yuuji-san sepertinya agak...
Makoto : (memotong) ...formal dan kesannya aku tua sekali. Padahal aku baru dua puluh tiga.
Takeru : (tersenyum) Kau sudah hafal rupanya. Baguslah.
Makoto : Oke, langsung saja, aku ingin kau...
Terjadi pembicaraan serius antara Makoto dan Takeru Yuuji yang menghasilkan sebuah kesepakatan.
Takeru : Jadi, aku harus menemukan pelakunya? Orang yang menempelkan foto itu?
Makoto : Ya, secepatnya. Kalau kau berhasil, aku akan mengabulkan satu permintaanmu.
Takeru : (melirik) Tumben. Biasanya kau akan berkata begini, "Bayarannya akan kukirim ke rekeningmu." Tak peduli meskipun aku menolaknya setengah mati, kau tetap mengirimkannya.
Makoto : (tersenyum hambar) Begitu. Ternyata dulu aku orang yang seperti itu ya.
Takeru : Hei, hei, hei, ada apa ini, Makoto?
Makoto : Entahlah. Aku hanya merasa aku harus berubah.
. . .
Takeru : (tersenyum) Glad to hear that, big boy!
No comments:
Post a Comment