BABAK 60
Hari yang sama.
Beranda kamar Nanami, malam hari.
Nanami berdiri memandangi bintang di langit.
Nanami : (tersenyum) Indahnya... Kapan ya aku bisa melihat kalian lagi?
. . .
Nanami : Pururu?
Tiba-tiba Pururu muncul di samping Nanami.
Pururu : Selamat siaaang!
Nanami : (melirik) Ini sudah malam.
Pururu : Bagiku ini siang. Aku sangat menyukai malam.
Nanami : (tersenyum) Kau aneh.
. . .
Pururu : Jadi, kapan kau pergi?
Nanami : Secepatnya. Mungkin seminggu atau tiga hari sebelum pernikahan Remi-san. Menurutmu, mana yang paling baik?
Pururu : Kau...benar-benar harus pergi ya?
Nanami : Ya. Baik aku ataupun Remi-san memiliki kehidupan masing-masing. Aku tidak mau mengganggu kehidupannya lagi, begitu pun sebaliknya.
Pururu : Mungkin kau harus menggantinya dengan kata membebani. Itu kan maksudmu?
Nanami : Yah, kau memang sangat mengenalku...okaasan.
Pururu : (tersenyum keibuan) Kau sudah tahu...
Nanami : Sejak lama.
Nanami memejamkan mata, membukanya, menghirup udara sebanyak mungkin, lalu menghembuskannya.
Nanami : Ini adalah keputusanku. Aku yakin inilah yang terbaik. Bukankah begitu?
Pururu : (mengangguk)
. . .
Pururu : (merentangkan tangan) Sepertinya sudah saatnya mengucapkan selamat tinggal.
Nanami : (sedih) Ya, terima kasih untuk segalanya, okaasan.
Pururu : (menatap Nanami)
Nanami : Kenapa menatapku seperti itu?
Pururu : Bolehkah aku...memelukmu?
Nanami mengangguk dan tersenyum.
No comments:
Post a Comment