BABAK 62
Musim dingin lima tahun kemudian, sore hari.
Makoto menyusuri sepanjang jalan yang kini sudah berhiaskan pernak-pernik natal. Kemudian Makoto berhenti. Ditatapnya langit di mana serpihan salju berjatuhan. Betapa terkejutnya ia saat mendapati sosok yang ia kenal berdiri di hadapannya. Keduanya pun tersenyum.
. . .
Beberapa menit kemudian.
Ureshii Cafe.
Makoto & Yume : (tersenyum) Apa kabar?
Yume : Ups! Kau duluan.
Makoto : Tidak, tidak. Kau saja yang duluan.
Yume : Baiklah. Makoto, apa kabar?
Makoto : Sangat baik. Kau sendiri apa kabar?
Yume : Lebih dari sekedar baik. I'm great!
Makoto : Senang mendengarnya.
Makoto melihat penampilan Yume yang begitu berubah, lebih stylish.
Makoto : Kau sudah menjadi designer yang hebat. Selamat.
Yume : Belum, tapi aku akan menjadi designer yang hebat. Suatu saat nanti, pasti. Jadi, tahan dulu ucapan selamatmu.
Makoto : Semangat yang bagus. Aku suka.
Yume : Kau menyukaiku? Wow!
Makoto : (tersenyum) Tentu. Mau bukti?
Makoto mengangkat kameranya, siap membidik.
Yume : Tunggu, tunggu. Kalau ingin menjadikanku modelmu, kau harus membayarku dengan harga mahal. Aku tidak terima bayaran murah.
KLIK!
Yume : (sadar) Hei! Sudah kubilang--
Makoto : (tertawa nakal)
Yume : Oke, kali ini gratis. Tapi tidak ada lain kali.
Yume : (dalam hati) Seperti deja vu.
Makoto : Aku pasti akan memotretmu. Boleh?
Yume : Boleh saja, tapi ingat, aku hanya menerima bayaran mahal.
Makoto : Itu hal mudah. Jadi, setuju ya?
Yume : (mengangguk) Deal.
Makoto dan Yume saling berjabat tangan.
Tiba-tiba Makoto berdiri.
GREK!
Yume : (kaget) Ada apa?
Makoto kembali duduk. Yume merasa ada yang aneh dengan Makoto. Sama seperti dulu.
Makoto : O--oh, tak apa. Tak ada apa-apa.
Yume : (dalam hati) Bohong.
Mata Makoto tampak masih mencari-cari di sudut yang sama.
Yume : (tersenyum) Pergilah.
Makoto : Apa?
Yume : Kubilang pergilah.
Makoto : Tapi--
Yume : Pergilah. Aku tak apa.
Makoto : (tersenyum) Terima kasih.
Makoto keluar kafe, meninggalkan Yume. Yume menghapus air matanya
Yume : Benar-benar deja vu.
No comments:
Post a Comment