Monday, June 21, 2010

Melepaskan Makoto

BABAK 56

Hari yang sama
Kamar Yume, sore hari.
Irumi dan Naoko sedang berkunjung ke rumah Yume.

Naoko : Akhirnya... besok hari Minggu. Rumi-chan, Yume-chan, ayo, kita pergi jalan-jalan!
Irumi : (menggumam) Kenapa dia terlihat senang sekali?
Yume : Dasar Nao...
Naoko : Jadi, bagaimana kalau kita pergi ke villa ayahku? Tempatnya saaangat indah. Letaknya ada di sekitar pedesaan yang dekat dengan pantai. Tapi hanya sehari pasti tidak akan puas. Ah! Kita akan menginap satu hari di sana, bagaimana?
Yume : Hari Senin bukankah kita harus sekolah?
Naoko : (melirik Irumi dan Yume)
Irumi : Ya, ya, aku sangat mengerti.
Irumi & Naoko : Bolos!

Lalu mereka tertawa bersama.

Naoko : Ah! Aku baru ingat. Bagaimana hubunganmu dengan Makoto?
Irumi : (menatap tajam ke arah Naoko)
Naoko : (ketakutan) Ma--maaf.
Yume : Tak apa, Nao. Hmm...sepertinya, ini saatnya aku melepaskan Makoto. Eh, kalau dibilang melepaskan, kesannya Makoto sudah menjadi milikku saja. Padahal memulainya saja belum, hahaha... (tertawa hambar)
Irumi & Naoko : (menatap sedih)
Yume : Pada akhirnya, aku memang tidak bisa masuk di antara mereka.

Yume menangis. Irumi dan Naoko pun memeluk Yume untuk menenangkannya.

No comments:

Post a Comment