BABAK 53
Hari berikutnya.
Sebuah taman, pagi hari.
Dari jauh terlihat Yume berlari mendekati Makoto yang berdiri di samping ayunan.
Yume : Maaf, kau pasti sudah lama menunggu.
Makoto : Tidak. Aku baru saja datang. Maaf, memanggilmu sepagi ini.
Yume : (tersenyum) Tak apa. Kebetulan, aku juga bisa berolahraga kan?
. . .
Yume : Ah! Ada apa kau memanggilku ke sini?
Makoto : (menepuk bangku ayunan) Duduklah.
Yume : (bingung lalu duduk)
Makoto : (mendorong ayunan perlahan) Sepertinya aku berhutang satu cerita padamu.
Yume : Ya. Ceritakanlah.
. . .
Makoto : Dulu aku adalah teman Nanami sekaligus orang yang paling menginginkan senyuman Nanami hilang.
Yume : (kaget)
Sambil terus mendorong ayunan, Makoto meneruskan ceritanya sampai akhir.
Makoto : (sedih) Aku...orang yang sangat jahat bukan?
Yume : (menahan tangis)
Makoto : Seperti itulah aku, dulu. Sekarang berbeda. Aku ingin melindunginya. Aku ingin membantunya.
Yume : (sesenggukan) Kau mau tahu pendapatku? Kalau dengan begitu kau pikir bisa menebus kesalahanmu dulu, aku rasa Nana-chan tidak akan mau menerima bantuan ataupun perlindungan darimu.
Makoto : Aku melakukannya bukan untuk menebus kesalahanku dulu, melainkan karena aku INGIN.
Yume : (menangis) Kalau begitu, tunggu apa lagi? Cepat bantu dia! Lindungi dia!
Makoto : Dia tidak akan mau menerimanya.
Yume : (menatap Makoto) Kenapa?
Makoto : Karena baginya, aku tetap aku yang dulu.
Yume : Dari mana kau tahu? Memangnya kau yang memutuskan apa yang ada di pikirannya?
Makoto tersenyum. Dia memegang kepala Nanami dan mengahadapkan kembali ke depan.
Makoto : Karena itulah, aku butuh bantuanmu. Tolong bantu dia menemukan tempat tinggal baru. Aku mohon...
Yume yang ingin menatap Makoto ditahan oleh Makoto.
Yume : Mako--
Makoto : Tolong jangan melihatku sekarang.
Makoto menangis.
No comments:
Post a Comment