Wednesday, June 30, 2010

Mereka

BABAK 61

Keesokkan harinya.
Rumah Nanami, pagi hari, seminggu sebelum pernikahan Remi.
Remi menggeliat di atas tempat tidur dan beranjak ke dapur untuk membuat sarapan.
Saat Remi hendak membuat roti, ia melihat sepucuk surat di atas meja. Dibacanya surat itu.

Nanami : (suara Nanami membaca surat itu)
. . .
Remi : (menangis) Kau tau, kepergianmu bukanlah bahagiaku, melainkan kesedihan bagiku.

Remi memeluk surat itu dan menangis.

. . .

Pagi yang sama.
Yume, Irumi, dan Naoko sepakat untuk lari pagi bersama.
Tiba-tiba Yume berhenti dan berbalik. Semua kejadian selama ini terlintas di benaknya.

Naoko : Yume-chan, ada apa?
Yume : (menggeleng) Tidak. Tidak apa-apa.

Kemudian Yume kembali melangkah lagi dengan senyum.

. . .

Pagi yang sama.
Makoto bangun lalu beranjak ke lantai bawah. Tanpa sengaja, ia melihat satu hal yang tidak biasa : Ayahnya membuatkan sarapan. Diam-diam ia mendekatinya.

Makoto : Perlu bantuan?
Yuki : (kaget) . . .

Tanpa menunggu jawaban Sang Ayah, Makoto segera membantunya.

. . .

Pagi yang sama.
Stasiun kereta api.
Nanami menangis. Dari kejauhan terlihat kereta api mendekat.

Nanami : (menghapus air mata) Jangan bersedih, Nanami. Petualanganmu baru saja dimulai.

Nanami masuk ke dalam kereta.

Nanami : (melihat keluar kereta)

Sekali lagi air mata Nanami jatuh. Kali ini ia biarkan air matanya menderas.

No comments:

Post a Comment